PT Bank Permata Tbk , BNLI|BNLI|permata bank|Wealth Wisdom 2026|Digital Transaction Assistance (DiTA)

Wealth Wisdom 2026 Hadir di Bandung, Permata Bank Dorong Strategi Kelola Kekayaan dan Ketahanan Finansial

Oleh: Corri

02 Oktober 2026, 08:25
Wealth Wisdom 2026 Hadir di Bandung, Permata Bank Dorong Strategi Kelola Kekayaan dan Ketahanan Finansial

foto: dok. PT Bank Permata Tbk

Pasardana.id – PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) (IDX: BNLI) kembali menghadirkan Wealth Wisdom di Bandung, dengan mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes”.

Memasuki penyelenggaraan ke-12, acara tahunan ini mengajak nasabah memahami pengelolaan kekayaan secara menyeluruh, mulai dari keberlanjutan bisnis, kesehatan, hingga strategi investasi.

Kehadiran Wealth Wisdom di Bandung berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,73% pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%.

Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan pengelolaan kekayaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga keseimbangan, mitigasi risiko, dan pencapaian tujuan jangka panjang.

“Pengelolaan kekayaan perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan hanya tentang bagaimana aset dapat terus berkembang, tetapi juga bagaimana kita menjaga keseimbangan, mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika, dan memastikan apa yang kita miliki dapat mendukung hal-hal yang benar-benar berarti dalam kehidupan,” ujar Eddie dalam siaran pers, Kamis (1/10).

Wealth Wisdom mengusung enam pilar, yakni _Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving,_dan Moments, yang mencerminkan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan aset, tujuan hidup, kesehatan, hubungan sosial, dan kontribusi kepada masyarakat.

Di Bandung, konsep tersebut diwujudkan melalui tiga kelas utama.

Pertama, “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts” bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group, Shinta Kamdani.

Sesi ini membahas keberlanjutan bisnis serta pentingnya mewariskan nilai, prinsip, dan kontribusi kepada generasi berikutnya.

Kedua, “Healthy Body, Resilient Mind” bersama dokter sekaligus penulis, dr. Gia Pratama, yang mengulas pentingnya kesehatan fisik dan ketahanan mental dalam menjaga keseimbangan hidup, produktivitas, serta kemampuan mengambil keputusan.

Ketiga, “Reading the Market, Building the Future” menghadirkan investor saham Lo Kheng Hong dan Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Dr. Katarina Setiawan.

Keduanya membahas dinamika pasar, peluang dan risiko investasi, serta strategi keuangan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Selain edukasi, Permata Bank memperkuat layanan pengelolaan kekayaan melalui berbagai inisiatif.

Salah satunya program Future Leaders Journey Shanghai 2026 yang ditujukan bagi putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun melalui penempatan dana di Permata Masa Depan.

Program tersebut memberikan pengalaman edukatif melalui kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, Xi'an Jiaotong-Liverpool University, Alibaba Company, dan Bangkok Bank di Shanghai untuk memperluas wawasan global, bisnis, dan kepemimpinan generasi muda.

Permata Bank juga menghadirkan Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan investasi berbasis hybrid yang memadukan otorisasi digital langsung oleh nasabah dengan pendampingan Relationship Manager.

Layanan ini menawarkan fleksibilitas transaksi sekaligus mempertahankan pendampingan personal. Pengalaman nasabah turut dilengkapi Wealth Bazaar, yang memperkenalkan berbagai layanan dan inisiatif Permata Bank.

“Bagi kami, Growing Together berarti tumbuh bersama nasabah dalam berbagai tahap kehidupan. Ketika kebutuhan mereka berubah, cara kami mendampingi juga perlu terus berkembang,” kata Eddie.

Bandung menjadi kota kelima dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 setelah Semarang, Makassar, Bali, dan Medan.

Acara ini digelar di tujuh kota pada 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, dengan Surabaya sebagai kota berikutnya sebelum ditutup di Jakarta.

Berita Terkini

See More