Tahun Ini, Target SPHP Jagung 500 Juta Ton Siap Disalurkan

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah, lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mempersiapkan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 500 ribu ton pada 2026.

Hal tersebut guna menjaga stabilitas harga, melindungi petani, memperkuat pasokan pakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Kamis (8/1) dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi mengatakan, persiapan penyaluran SPHP jagung pakan untuk 2026 tengah dilakukan.

“Untuk SPHP jagung pakan di 2026 ini, Bapanas tengah mempersiapkannya, targetnya selama setahun ditetapkan sebanyak 500 ribu ton,” ujar Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan, sasaran penerima SPHP jagung menyasar peternak ayam layer skala mikro, kecil, dan menengah karena mempunyai tingkat kebutuhan jagung pakan yang tinggi.

Peternak telur diperkirakan membutuhkan 91 persen jagung pakan dari kebutuhan pakannya.

Sementara peternak ayam di kisaran 60 sampai 65 persen membutuhkan jagung pakan.

Serapan jagung produksi dalam negeri yang merupakan penugasan Bapanas ke Perum Bulog sepanjang 2025 telah tercapai 101 ribu ton.

Daerah yang memiliki sarapan jagung tertinggi antara lain Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Berkat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri itu, sebanyak 51,2 ribu ton telah tersalurkan lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Ini merupakan penugasan Bapanas ke Bulog yang menyasar kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Sedangkan untuk stok CJP yang ada di Bulog awal Januari 2026 berada di angka 45 ribu ton.

Untuk itu, Bulog didorong agar melakukan penambahan stok dari produksi jagung dalam negeri.

Hal ini karena pemerintah telah memutuskan tidak ada impor untuk jagung pakan, benih, dan rumah tangga pada 2026.

Performa produksi jagung nasional selama 2025 yang menuai predikat surplus terhadap kebutuhan konsumsi merupakan hasil dari kolaborasi apik.

Sedangkan pemerintah terus berupaya mendahulukan kepentingan petani jagung dalam negeri dengan kembali meniadakan importasi pada 2026.

Amran mengatakan, peran Perum Bulog sangat krusial.

Menurutnya, tingkat serapan jagung produksi dalam negeri oleh Bulog dapat memberikan implikasi di kemudian hari.

"Jadi Bulog harus siap, karena hadir seluruh Indonesia, harus siap dari sekarang. Yang harus diperhatikan nanti adalah serapannya. Serapan bermasalah, dampaknya tahun depannya," tutur Amran.