ANALIS MARKET (06/1/2026): IHSG Potensi Koreksi Wajar

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (05/1), ditutup naik 1.27%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp9.98 Miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (5/1), meskipun AS melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Selain itu, pelaku pasar menilai langkah tersebut tidak akan memicu konflik geopolitik yang meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,23%, S&P 500 naik 0,64% dan Nasdaq Composite menguat 0,69%. Saham sektor energi memimpin penguatan, seiring optimisme bahwa perusahaan minyak AS akan diuntungkan dari potensi pembangunan kembali infrastruktur energi Venezuela. Chevron melesat 5,1% dan dinilai menjadi penerima manfaat terbesar karena telah memiliki kehadiran bisnis di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Sedangkan, saham Exxon Mobil turut menguat 2,2%. Saham Halliburton melesat 7,8%, sementara SLB (Schlumberger) naik hampir 9%. Saham sektor keuangan juga menguat, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi AS pada 2026. Saham Goldman Sachs naik 3,7%, sementara U.S. Bancorp menguat 2,9%. Di sisi lain, saham General Dynamics naik 3,5%, dan Lockheed Martin menguat 2,9%, seiring pandangan bahwa serangan militer cepat akan menjadi bagian dari pendekatan kebijakan luar negeri Trump dalam merespons risiko geopolitik.

Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (5/1), sementara harga minyak bergerak volatil seiring investor menilai dampak aksi militer AS di Venezuela dan bersiap menghadapi banjir data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini. Pelaku pasar mencermati implikasi geopolitik setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara AS. Harga minyak mentah bergerak tidak stabil. di tengah evaluasi pasar terhadap intervensi AS di Venezuela dan keputusan OPEC+ yang mempertahankan level produksi. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,97%, Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,03%, Kospi Korea Selatan melesat 3,43%, Taiex Taiwan menguat 2,57% dan S&P/ASX 200Australia naik tipis 0,1%.

Menyikapi beragam kondisi diatas, dalam riset Selasa (06/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst menyebutkan, "IHSG potensi koreksi wajar hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8780-8800 dan Resist IHSG: 8880-8900."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

INET Spec Buy dengan area beli di 590, cutloss di bawah 560. Target dekat di 615-650.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 1260-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1290-1310.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 615. Target dekat di 635-645.

UNTR Spec Buy dengan area beli di 30750-30800, cutloss di bawah 30500. Target dekat di 31000-31300.

ARCI Buy if Break 1725, dengan target jual dekat di 1745-1775. Cutloss di bawah 1700.

HRTA Spec Buy dengan area beli di 2240-2270, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2310-2380.

Disclaimer on