Injourney Siapkan 37 Bandara Sambut Momen Lebaran 2026

Foto : istimewa

Pasardana.id – Jelang menghadapi arus mudik dan balik di momen Lebaran 2026, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) selaku perusahaan induk BUMN yang mengintegrasikan sektor aviasi (penerbangan) dan pariwisata Indonesia, memastikan kesiapan 37 bandara yang dikelolanya.

Muhammad Rizal Pahlevi, selaku Direktur Utama Injourney mengatakan, berbagai langkah antisipatif dilakukan guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta pengalaman terbaik bagi pengguna jasa bandara.

“Evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Kami secara rutin mengevaluasi seluruh kegiatan angkutan Lebaran dari tahun ke tahun. Setiap masukan yang sifatnya membangun dan memberikan informasi baru menjadi perhatian kami agar ekspektasi pengguna jasa bandara bisa terpenuhi,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (27/1).

Sementara itu, dalam mendukung kesiapan operasional ini, pihaknya mengandalkan sistem Management Operation by Traffic (MOT) yang memungkinkan prediksi kebutuhan peralatan, sarana, dan prasarana secara per jam.

“Melalui MOT, petugas dapat memprediksi kebutuhan operasional setiap jamnya. Ini kami lakukan secara preventif agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara,” kata Rizal.

Ia mengatakan, terdapat lima bandara tersibuk yang menjadi fokus utama selama periode angkutan Lebaran, yakni Jakarta (Soekarno-Hatta), Bali, Makassar (Ujung Pandang), Surabaya, dan Medan.

Di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya Terminal 3 serta Terminal 1, InJourney Airports tengah melakukan proses beautifikasi dan revitalisasi.

Salah satunya melalui pengoperasian kembali Terminal 1C dengan konsep nuansa Nusantara dan Tropical Garden.

“Terminal 1C hari ini memberikan sentuhan tersendiri dengan nuansa Nusantara. Konsep Tropical Garden sebenarnya sudah kami miliki sejak Terminal 1 dan 2 beroperasi pada 1985, dan kini kami kembalikan sebagai identitas bandara,” ucapnya.

Lanjut Rizal, konsep tersebut bahkan kini mulai diadopsi oleh sejumlah bandara internasional lain yang tengah menyiapkan ekosistem serupa.

Tak hanya berfokus pada aspek keamanan penerbangan, InJourney Airports juga menekankan peningkatan customer experience melalui renovasi, rezoning area, serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung.

“Kami tidak hanya memastikan keamanan dan zero tolerance di dunia aviasi, tetapi juga ingin menghadirkan rasa bangga, rasa nyaman, dan pengalaman baru bagi pengguna bandara,” ujarnya.

Beragam fasilitas disiapkan, mulai dari ruang keluarga, area anak, ruang ibu dan bayi, hingga layanan khusus bagi penumpang dengan kebutuhan tertentu.

InJourney juga menyediakan layanan transportasi gratis bagi penumpang dengan jarak tempuh jauh antara area check-in dan boarding gate.

Dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran, InJourney Airports menyiagakan hampir 16.000 pegawai, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai, CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), aparat keamanan, hingga posko terpadu.

“Bandara-bandara InJourney Airport hari ini telah berbenah diri, membuat renovasi semua area-area yang memanjakan pengunjung bandara. Tentu tidak hanya sekadar calon penumpang, tapi juga pengantar,” tandas dia.