BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun pada 2025

foto: dok. BCA

Pasardana.id - PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak mencatat pertumbuhan total kredit 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025.

Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.

Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp1.045 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong mengatakan, kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025.

Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.

Sementara pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun.

BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Di sisi lain, outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% dibandingkan 5,3% pada tahun sebelumnya.

Atas catatan itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7% dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%.

Masih di sepanjang 2025, total DPK BCA tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp1.249 triliun.

Kemudian pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY.

Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4% YoY.

Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9% YoY menjadi Rp57,5 triliun.