Tegas, Mentan Bakal Cabut Izin Perusahaan Yang Permainkan Harga Daging Sapi

Foto : istimewa

Pasardana.id – Lonjakan harga daging sapi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini memicu keresahan.

Bahkan di beberapa pasar tradisional menyebabkan aksi mogok jualan oleh para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberi peringatan keras bagi pihak yang memainkan harga daging sapi ini.

Bahkan, ia mengancam akan mencabut izin usaha importir maupun distributor jika terbukti melanggar.

Mentan menekankan, pencabutan izin tersebut bisa dilakukan langsung olehnya.

"Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut," kata Amran, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (22/1).

Mentan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan, izin impor sapi bakalan berada di tangan Kementerian Pertanian.

Mentan menyebut laporan sementara yang diterimanya mengarah pada harga dari feedlotter atau penggemukan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Mentan memastikan izin tersebut bakal dibekukan jika ada pihak yang mempermainkan harga dan membuat masyarakat kesulitan.

"Kenapa? Impornya sapi bakalan itu dari saya. Aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan. Itu tegas," ucap Amran.

Ia juga menambahkan, pemerintah telah menetapkan kuota impor sapi bakalan sebanyak 700 ribu ekor per tahun.

Kuota tersebut diberikan kepada 80 perusahaan penggemukan sapi.

Amran memastikan tidak ada pungutan liar di Kementerian Pertanian.

Dirinya juga mengatakan, telah meminta pengecekan internal terkait dugaan tersebut.

“Kalau coba-coba aku sudah berbuat baik dan aku tanya tadi. Apa ada pungutan di Kementerian Pertanian sampai anda impor bakalan, tidak ada pak, apa masalahnya?” ujarnya.

“Karena itu membuat susah orang banyak. Kalau aku temukan dan kami langsung suruh cek mulai hari ini," tegasnya.

Satuan Tugas Pangan pun sudah diperintahkan untuk melakukan pengecekan seluruh rantai pasok sapi.

Pengawasan dilakukan mulai dari perusahaan penggemukan hingga distributor.

Ia tidak ingin persoalan kelangkaan minyak goreng terulang pada komoditas sapi. 

“Kalau aku temukan pasti 99 persen aku cabut izinnya. Ingat, tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu, itu tegas,” tandas dia.