Bursa Eropa Melemah Dipicu Ancaman Trump
Pasardana.id - Bursa saham Eropa melemah pada Senin (19/1/2026) dipicu kekhawatiran para investor terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Seperti dilaporkan Reuters, Trump akan mengenakan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa sampai AS diizinkan membeli Greenland. Indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,2 persen, penurunan harian tertajam dalam dua bulan terakhir.
Trump berencana untuk mengenakan tambahan tarif 10 persen mulai 1 Februari terhadap produk-produk yang diimpor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, lalu meningkat menjadi 25 persen pada Juni.
Indeks sektor barang mewah, otomotif, dan teknologi masing-masing merosot 3 persen, 2,2 persen, dan 2,9 persen.
Saham perusahaan farmasi Bayer melambung 7,1 persen usai Mahkamah Agung AS bersedia untuk mempertimbangkan permohonan Bayer untuk membatasi tuntutan hukum yang mengklaim bahwa herbisida Roundup buatannya menyebabkan kanker.
Volume perdagangan terbatasi berlangsungnya libur perayaan Martin Luther King Day di AS.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 39,94 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 10.195,35. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 338,07 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 24.959,06.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 45,6 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 17.665,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 146,92 poin, atau sekitar 1,78 persen, menjadi 8.112,02.
Nilai tukar poundsterling menguat 0,16 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3402 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1527 euro per pound.

