Alasan Pemerintah Mau Beri Anggaran Rp 6 Miliar Buat Industri Tekstil
Pasardana.id – Industri tekstil disebut sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Tanah Air.
Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut industri padat karya ini menjadi pilar penting dalam struktur ekonomi Indonesia.
Karena itu, demi keberlangsungan industri ini, pemerintah kemudian menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar.
Menurut Menko Airlangga, transformasi ekonomi harus berjalan seimbang.
Dia menilai, penguatan industri berbasis modal dan teknologi harus dibarengi dengan perlindungan terhadap industri yang menjadi sandaran utama tenaga kerja nasional.
"Apa yang menjadi harapan Bapak Presiden bahwa kita punya wilayah yang sangat kompetitif," ujar Airlangga kepada awak media, Rabu (14/1).
Kata Menko Airlangga, bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus terhadap industri berbasis tenaga kerja karena kontribusinya terhadap lapangan pekerjaan sangat besar.
Oleh sebab itu, pemerintah menyiapkan dukungan fiskal dan kebijakan khusus.
"Bapak Presiden mengungkapkan, bahwa untuk mempertahankan yang labor intensive base pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp6 miliar itu," ucapnya.
Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, industri tekstil dan alas kaki merupakan contoh sektor padat karya yang memiliki nilai strategis tinggi.
Selain menyerap tenaga kerja besar, sektor ini juga memiliki pasar global yang luas.
"Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja," ucap Airlangga.
Adapun potensi penyerapan tenaga kerja di sektor ini masih sangat besar jika dikelola dengan baik.
Pemerintah memperkirakan jumlah pekerja bisa terus meningkat.
"Yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja," imbuh Menko Airlangga,
Terlepas dari itu, tambah Menko Airlangga, bahwa dukungan anggaran tersebut ditujukan agar industri padat karya tetap mampu bersaing dari sisi teknologi dan investasi.
Pemerintah ingin sektor ini tidak tertinggal dalam proses modernisasi.
"Untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama untuk tekstil, produk tekstil," tukasnya.

