Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Finansial
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (13/1/2026) dipicu anjloknya saham sektor finansial.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 398,21 poin, atau sekitar 0,8 persen, menjadi 49.191,99. Indeks S&P 500 melemah 13,53 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 6.963,74. Indeks komposit Nasdaq merosot 24,03 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 23.709,87.
Presiden AS Donald Trump berencana untuk membatasi suku bunga kartu kredit sebesar 10 persen. Menurut CEO JPMorgan Jamie Dimon, rencana Trump tersebut tidak hanya akan merugikan perusahaan keuangan, namun juga para konsumen.
Saham Visa dan Mastercard masing-masing terjun 4,5 persen dan 3,8 persen. Indeks sektor finansial S&P 500 merosot 1,8 persen.
Saham JPMorgan anjlok 4,2 persen setelah melaporkan penurunan biaya perbankan investasi.
Harga emas berjangka turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2026 turun 0,3 persen menjadi US$4.599,1 per ons. Indeks dolar AS naik 0,32 persen.
Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, seiring merosotnya saham sektor konstruksi.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 3,35 poin menjadi 10.137,35. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 15,32 poin menjadi 25.420,66.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 13,3 poin menjadi 17.687,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 11,56 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 8.347,2.
Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3471 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1544 euro per pound.

