ANALIS MARKET (13/1/2026): IHSG Berpotensi Rebound

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (12/1), IHSG ditutup turun 0.58%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp205 Miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ANTM, TLKM, ADRO dan IMPC.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street Kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada Senin (12/1). Kenaikan tersebut terjadi ketika investor memilih mengabaikan kekhawatiran atas independensi The Fed di tengah penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Indeks S&P 500 naik 0,16%, Dow Jones menguat 0,17% dan Nasdaq Composite juga naik 0,26%. Sementara itu, saham Walmart naik sekitar 3% menjelang masuknya saham ritel raksasa itu ke dalam indeks Nasdaq-100, yang menjadi acuan ETF populer Invesco QQQ Trust. Di sektor teknologi, saham Palantir naik 1% setelah mendapat rekomendasi naik dari Citi. Saham AMD dan Oracle juga ditutup di zona hijau. Di sisi lain, saham perbankan justru menjadi pemberat pasar. Hal ini dipicu rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun. Para kritikus menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan profitabilitas bank dan memperketat penyaluran kredit. Saham Citigroup turun sekitar 3%, sementara JPMorgan dan Bank of America melemah lebih dari 1%. Saham Capital One bahkan anjlok hingga 6%.

Di sisi lain, Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Senin (12/1). Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,44%, Taiex Taiwan menguat 0,92%, Kospi Korea Selatan bertambah 0,82% dan ASX 200 Australia menguat 0,48%. Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,47% dan FTSE Malay KLCI naik 0,53%. Sedangkan, Pasar Jepang tutup karena hari libur. Pasar Asia-Pasifik menguat pada awal pekan, mengikuti kenaikan Wall Street setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan sedikit lapangan kerja yang tercipta pada bulan Dec-25 dibandingkan yang diperkirakan dengan tingkat pengangguran turun, menandakan ketahanan di pasar tenaga kerja. Selain itu, pada hari Minggu (11/1), mitra koalisi PM Jepang Sanae Takaichi, Hirofumi Yoshimura, mengatakan bahwa ia mungkin akan mengadakan pemilihan umum dini. Komentarnya muncul setelah media domestik melaporkan bahwa Takaichi sedang mempertimbangkan pemilihan umum mendadak pada bulan Feb-26, mengutip sumber pemerintah.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (13/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi rebound jika kuat bertahan di support 8870. Tapi hati-hati jika break di bawah 8870, IHSG potensi koreksi kembali ke 8700-8720. Diperkirakan Support IHSG: 8720-8780 dan Resist IHSG: 8930-9000."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: EMAS, PGAS, BKSL, MSIN, ADRO, dan CUAN. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

EMAS Spec Buy dengan area beli di 5375-5400, cutloss di bawah 5325. Target dekat di 5475-5650.

PGAS Spec Buy dengan area beli di 1955-1965, cutloss di bawah 1945. Target dekat di 1995-2020.

BKSL Spec Buy dengan area beli di 161-164, cutloss di bawah 160. Target dekat di 168-176.

MSIN Buy if Break 466 dengan target dekat di 480-500. Cutloss di bawah 454.

ADRO Spec Buy dengan area beli di 2130-2150, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2200-2300.

CUAN Spec Buy dengan area beli di 1905-1915, cutloss di bawah 1885. Target dekat di 1940-1975.

Disclaimer on