ANALIS MARKET (12/12/2025): IHSG Berpotensi Rebound

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (11/12), ditutup turun 0.9%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp58 Miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, ANTM, EMTK, dan AMRT.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas melesat, bahkan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) penutupan pada Kamis (11/12). Penguatan tersebut seiring investor mengalihkan dana dari saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) menuju sektor yang lebih diuntungkan oleh penguatan ekonomi AS. Pergerakan tersebut terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga dan laporan keuangan Oracle menyebabkan sentimen negatif di sektor teknologi. Dow Jones melesat 1,34%, didorong kenaikan saham Visa setelah mendapat upgrade dari Bank of America. Sementara itu, S&P 500 naik 0.21%. Sedangkan, Nasdaq Composite terkoreksi 0,25%, tertekan aksi jual di saham-saham teknologi. Saham Oracle turun hampir 11% setelah perusahaan membukukan pendapatan kuartalan yang mengecewakan dan menaikkan proyeksi belanja modal. Saham teknologi lain, Nvidia dan Broadcom masing-masing turun lebih dari 1%. Di sisi lain, saham-saham siklikal seperti Home Depot justru bergerak menguat.

Di sisi lain, Bursa Asia mayoritas turun pada Kamis (11/12), tidak mengikuti kenakan Wall Street setelah bank sentral AS memangkas suku bunga dan Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimisme bahwa ekonomi AS akan menguat seiring meredanya dampak inflasi akibat tarif. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,90%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,04%, Taiex Taiwan menurun 1,32%, Kospi Korea Selatan berkurang 0,59%. Sedangkan, ASX 200 Australia naik 0,15%, Straits Times Singapura menguat 0,20% dan FTSE Malaysia bertambah 0,89%. Dalam pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut, Powell mengisyaratkan bahwa The Fed kini telah melakukan cukup banyak untuk menstabilkan ancaman terhadap lapangan kerja dengan mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk menekan inflasi. Para pejabat mempertahankan prospek satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026. Sementara itu di Asia, para pedagang mengamati lelang obligasi pemerintah Jepang dan keputusan suku bunga di Filipina.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (12/12), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi rebound hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8570-8600 dan Resist IHSG: 8650-8700."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BRMS, ARCI, UNTR, ENRG, PTRO, dan TINS. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

BRMS, Spec Buy dengan area beli di 980-985, cutloss di bawah 980. Target dekat di 990-1010.

ARCI, Spec Buy dengan area beli di 1355-1370, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1400-1420.

UNTR, Spec Buy dengan area beli di 29425, cutloss di bawah 29325. Target dekat di 29600-29725.

ENRG, Spec Buy dengan area beli di 1460-1480, cutloss di bawah 1430. Target dekat di 1500-1550.

PTRO, Spec Buy dengan area beli di 10975-11025, cutloss di bawah 10875. Target dekat di 11200-11500.

TINS, Spec Buy dengan area beli di 3020-3060, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3100-3140.

Disclaimer On