ANALIS MARKET (10/11/2025): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (07/11), IHSG ditutup menguat +57,53 poin (+0,69%) ke level 8.394,59.

Penguatan IHSG tidak lepas dari kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti DSSA (+4,17%), BBCA (+1,46%), CUAN (+8,02%), ASII (+1,58%), & PTRO (+7,89%).

Dari sisi data ekonomi, Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2025 meningkat ke level US$149,9 miliar (vs. September 2025: US$148,7 miliar), didorong oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar.

Di saat yang sama, net buy investor asing sebesar Rp918 miliar menjadi booster tambahan di market.

Dari eksternal, ekspektasi investor terkait pemotongan suku bunga The Fed pada Desember 2025 naik menjadi 70%, dari sebelumnya yang hanya 62%.

Sebagai catatan, sepekan terakhir IHSG berhasil menguat +2,83% dengan sektor penopangnya adalah sektor Infrastructures (+5,98%), Energy (+4,88%), dan Industrials (+4,12%).

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, seperti DJIA (+0,16%), S&P 500 (+0,13%), & Nasdaq (-0,21%).

Indeks pasar secara umum menguat berkat harapan terhadap kesepakatan antara anggota Kongres untuk menyelesaikan pemogokan pemerintah.

Meskipun Senator Republik menolak tawaran Demokrat untuk membatasi tuntutan pemogokan, optimisme terhadap kemungkinan kesepakatan di masa depan tetap memperkuat sentimen pasar menjelang penutupan perdagangan.

Penurunan kepercayaan konsumen mencapai level terburuk kedua dalam sejarah menurut survei University of Michigan, dicerminkan dari penghentian operasional pemerintah dan gangguan data.

Sektor yang unggul adalah perusahaan konsumsi defensif dan energi, dengan Exxon Mobil, T-Mobile, dan Coca-Cola masing-masing naik lebih dari +2%.

Di sisi lain, kekhawatiran valuasi perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang sudah terlalu tinggi terus menekan sektor teknologi, menyebabkan Tesla turun -4% dan Meta serta Oracle masing-masing turun -2%.

Sebagai catatan, sepekan terakhir DJIA (-1,21%), S&P 500 (-1,69%), & Nasdaq (-3,04%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Okt-25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (10/11).