Bank DBS Indonesia Kucurkan Pinjaman Berjangka Hijau kepada Kaer

foto : dok. Bank DBS Indonesia

Pasardana.id - Bank DBS Indonesia menjalin kemitraan dengan PT Kaer Investments Indonesia (Kaer) untuk memajukan agenda keberlanjutannya dengan memperluas kehadirannya di Indonesia, dengan menandatangani perjanjian kerja sama Fasilitas Pinjaman Berjangka Hijau atau Green Term Loan Facility.

Dalam keterangan pers, Rabu (12/6) disebutkan bahwa, kerja sama ini merupakan bentuk kesepakatan terkait keberlanjutan perdana oleh Bank DBS Indonesia di segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang menandai tonggak penting yang dicapai dengan klien Bank DBS Indonesia dalam memajukan agenda keberlanjutan.

Sayangnya, tidak disebutkan jumlah nominal dari Pinjaman Berjangka Hijau kepada Kaer.

"Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif, Bank DBS Indonesia berdedikasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis Kaer di Indonesia. Ini adalah kesepakatan terkait keberlanjutan perdana kami di segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang menandai tonggak penting yang dicapai dengan klien kami dalam memajukan agenda keberlanjutan. Kami sangat antusias menyaksikan kesadaran akan isu-isu keberlanjutan di semua industri dan segmen di pasar Indonesia yang terus meningkat. Kami percaya bahwa semua pelaku bisnis harus mengintegrasikan agenda ini ke dalam seluruh proses bisnis mereka," terang Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Kunardy Lie.

Di kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Kaer Investments Justin Taylor mengatakan, "Saya berterima kasih atas kemitraan dan dukungan dari Bank DBS Indonesia dalam memperluas portofolio kami di seluruh Indonesia. Momentum untuk CaaS terus berkembang di seluruh wilayah dan Indonesia merupakan peluang yang fantastis bagi Kaer untuk memberikan keuntungan yang signifikan terhadap target dekarbonisasi kami yang agresif. Hal ini didorong oleh ukuran dan perkiraan pertumbuhan pasar pendingin, permintaan akan pendingin rendah karbon, dan ketersediaan energi terbarukan.”

Kaer adalah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam menyediakan pendingin untuk bangunan komersial dan industri di seluruh Asia serta menjadi pelopor model bisnis Cooling as a Service (CaaS) untuk membantu pemilik aset mempercepat transisi mereka ke pendinginan rendah karbon.

CaaS telah diakui secara global sebagai cara yang paling berkelanjutan untuk mendinginkan bangunan dan bisnis yang sepenuhnya selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Perubahan iklim, pertumbuhan populasi dan peningkatan pendapatan, serta urbanisasi meningkatkan permintaan pendinginan.

Seiring dengan meningkatnya suhu, sangat penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi dari sektor pendinginan sekaligus meningkatkan akses ke pendinginan berkelanjutan.

Berdasarkan tren saat ini, peralatan pendingin mewakili 20 persen dari total konsumsi listrik–dan diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2050.

Setiap sistem pendingin dalam portofolio Kaer memenuhi peringkat keberlanjutan tertinggi di wilayah mereka dan mematuhi semua standar ESG lokal dan internasional.

Kaer juga menyediakan solusi pendinginan yang didukung oleh energi terbarukan, dengan beberapa aset dalam portofolio yang menggunakan 100 persen pendinginan bertenaga surya.

Melalui model Cooling as a Service, portofolio Kaer menghemat lebih dari 35.000 metrik ton CO2 setiap tahunnya.

Menyediakan pendinginan yang berkelanjutan lebih dari sekadar mengelola konsumsi listrik dan bauran energi terbarukan versus energi tak terbarukan.

Selain itu, Kaer telah memimpin dalam transisi ke peralatan dengan potensi pemanasan global yang rendah, mengurangi efek berbahaya dari refrigeran terhadap planet kita.

Sementara itu, Bank DBS Indonesia sendiri secara konsisten mempromosikan agenda keberlanjutan, dengan tujuan untuk bermitra dengan para nasabah dalam perjalanan mereka menuju model bisnis yang lebih rendah karbon dan meningkatkan akses ke investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai pelopor dalam pembiayaan transisi, DBS Group memperkenalkan Taksonomi dan Kerangka Kerja Transisi Keuangan pertama di dunia pada tahun 2020.

Berdasarkan kerangka kerja ini, DBS Group menawarkan berbagai solusi pembiayaan berkelanjutan, termasuk sustainability-linked loans, sustainability bonds, pinjaman hijau, dan pembiayaan perdagangan hijau.

Pada tahun 2023 lalu, Bank DBS Indonesia memperluas portofolionya dengan menyalurkan kredit terkait ESG sebesar Rp6,1 triliun.