Sugito Walujo Lapor GOTO Defisit Rp209 Triliun Pada Kuartal I 2024

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) mengalami rugi bersih sebesar Rp861,91 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2024, atau menyusut 77,7 persen dibanding periode sama tahun 2023 yang mencapai Rp3,862 triliun.

Dampaknya, akumulasi rugi atau defisit kian dalam 0,38 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp209,75 triliun pada akhir Maret 2024.

Direktur Utama GOTO, Sugito Walujo melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp4,079 triliun pada kuartal I 2024.

Hasil itu tumbuh 22,4 persen dibanding kuartal I 2024.

Penopangnya, jasa pengiriman melonjak 190,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,382 triliun pada akhir Maret 2024.

Senada, jasa pinjaman melejit 504 persen secara tahunan menjadi Rp284,67 miliar.

Demikian juga dengan pendapatan lain-lain yang tumbuh 35,2 persen secara tahunan menjadi Rp457,76 miliar.

Bahkan, GOTO mulai mencatatkan pendapatan dari imbalan jasa e-commerce sebesar Rp109,63 miliar pada kuartal I 2024. Pos ini nihil pada kuartal I 2023.

Tapi pendapatan imbalan jasa menyusut 17,05 persen secara tahunan menjadi Rp1,581 triliun pada kuartal I 2024.

GOTO pada kuartal I 2024 juga dapat menekan total biaya dan beban sedalam 31,9 persen secara tahunan menjadi Rp5,021 triliun.

Sehingga rugi usaha terpangkas 76,7 persen secara tahunan menjadi Rp941,969 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2024 tanpa audit GOTO yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/4/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 31,6 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp12,57 triliun pada akhir Maret 2024.

Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 1,68 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp35,165 triliun pada akhir Maret 2024.