BOLT Dikabarkan Akan Caplok Perusahaan Pelat Besi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Garuda Metalindo Tbk (IDX: BOLT) berencana memperluas pilihan akuisisi perusahaan baru yang bergerak dibidang pelat besi.

“Salah satu informasi penting dari acara ini, soal rencana ekspansi usaha BOLT. Manajemen perusahaan memutuskan untuk akusisi perusahaan plating besi ,” ujar sumber di internal perusahaan kepada Pasardana.id, baru-baru ini.

Adapun porsi saham perusahaan yang diakuisisi mencapai 99 persen saham.

Perusahaan yang dibidik tengah menggeluti bisnis plating besi.

Manajemen BOLT juga menyiapkan aksi korporasi lain yang sangat prospektif untuk bisnis perusahaan.

Hal itu berkaitan ekspansi perusahaan dalam memperluas pasar di bidang industri otomotif, terutama electronic vehicle (EV).

Tidak sekedar rencana, Perseroan bahkan sudah mulai mensuplai part otomotif ke sejumlah mitra, seperti Alva One yang selama ini dikenal sebagai anak perusahaan emiten PT Indika Energy (IDX: INDY).

“Sekarang BOLT sedang menjajaki supply juga ke Electrum, anak usaha TOBA dan GOTO, juga menjajaki peluang dengan Gesits,” ujar sang sumber.

Peluang pasar kendaraan listrik yang luas kini jadi target BOLT.

Tidak mau sekadar menjadi distributor, perseroan bahkan kini melirik peluang untuk terlibat sebagai produsen spare part  kendaraan listrik.

BOLT bahkan  sedang mengembangkan part dengan beberapa EV company, seperti Alva One, Electrum, dan Gesits,” lanjut sang sumber.

Dua rencana bisnis strategis ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja keuangan perusahaan yang sedang dalam tren positif tahun ini.

Sampai kuartal pertama 2023, BOLT berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp411,74 miliar, meningkat signifikan dari posisi Maret 2023 yang tercatat sebesar Rp357,77 miliar.  

Kenaikan pendapatan berdampak positif pada peningkatan laba usaha yang lebih dari 100 persen menjadi Rp63,94 miliar, dibanding posisi Maret 2022 yang tercatat sebesar Rp31,89 miliar.

Sedangkan laba bruto perseroan meningkat dari Rp57,11 miliar per Maret 2022 menjadi Rp88,14 miliar pada Maret 2023.

Pertumbuhan tersebut menjadikan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak hingga 105,08 persen dari Rp23,39 miliar menjadi Rp47,97 miliar.

Laba per saham juga melesat dari Rp9,98 menjadi Rp20,47.