Menko Airlangga Sebut Potensi Ekonomi Digital Indonesia Sangat Besar

Foto : istimewa

Pasardana.id - Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air semakin pesat.

Hal ini terlihat semakin banyaknya pertumbuhan perusahaan-perusahaan berbasis digital di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki satu decacorn, 11 unicorn dan lebih dari 2 ribu perusahaan rintisan atau (start up).  

Kata Airlangga, masa 10 hingga 13 tahun ke depan adalah momentum penting bagi Indonesia, karena adanya bonus demografi.

Bonus demografi yang hanya akan berlangsung hanya sampai 2038 harus dimanfaatkan untuk mencapai ambisi Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.

"Artinya, kalau Indonesia mau lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah, pendapatannya harus naik minimal 3 kali lipat. Hari ini, pendapatan Indonesia 4.000 dollar, harus naik menjadi USD12 ribu atau secara ekonomi Rp1,5 triliun harus naik jadi Rp4-4,5 triliun," ujarnya dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2023 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Menurutnya, potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Bahkan, angkanya bisa mencapai USD130 miliar (Rp1.912 triliun dengan kurs Rp14.714).

"Studi Temasek, Bain and Company menilai ekonomi digital Indonesia yang tahun 2022 nilainya sebesar USD77 miliar. Akan tumbuh sebesar USD130 miliar di tahun 2025," kata Airlangga.

Dia pun berharap, kedepannya, ekonomi digital bisa mencapai 20 persen dari PDB Indonesia. Dan menguasai 40 persen pasar ekonomi digital di ASEAN.

"Karena jika itu tercapai, Indonesia akan jadi negara ke-7 terbesar dalam ekonomi dunia. Karena itu, pasar domestik menjadi penting dan digitalisasi adalah tulang punggungnya." ucap Menko Airlangga.