See More

13 Juni 2026, 14:36

13 Juni 2026, 07:59

13 Juni 2026, 07:45

13 Juni 2026, 07:38

12 Juni 2026, 20:11

12 Juni 2026, 19:58
IHSG|BNI Sekuritas|analisa market
Oleh: Ivan

Foto : istimewa
Pasardana.id Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penurunan yang relatif terbatas untuk rebound pada perdagangan Senin (26/9).
Secara teknikal, indikator menunjukkan oversold & closing di atas support line.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengungkapkan, IHSG masih dalam trend Bullish selama berada di atas 7.148. Pada penutupan Jumat (23/9), IHSG closing di bawah 5 day MA.
Menurut Andri, selama berada di atas support 7.148, IHSG masih berpeluang bullish.
Level resistance pada perdagangan Senin (26/9) berada di level 7.195/7.229/7.253/7.309 dan Support di level 7.148/7.116/7.073/7.015. IHSG diproyeksikan bergerak dengan perkiraan range 7.130 - 7.230, tulis Andri dalam riset, Senin (26/9).
Asal tahu, pada Jumat (23/9) lalu, IHSG ditutup melemah 0,56% ke level 7.178,583.
Meski terkoreksi pada Jumat (23/9), IHSG masih menguat 0,14% sepanjang pekan lalu.
Di kesempatan yang sama, Research Analyst BNI Sekuritas, Maxi Liesyaputra mengatakan, indeks bursa regional Asia Pasifik melemah pada Jumat (23/9). Bahkan, All Ordinaries dan Kospi Composite Index melemah signifikan sebesar masing-masing 1,92% dan 1,81%.
Maxi menyebutkan, pelemahan ini mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,62%. Begitu pula dengan S&P 500 yang turun 1,72%. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 1,80%.
Kenaikan suku bunga dan gejolak mata uang meningkatkan kekhawatiran akan adanya resesi global.
Bersamaan, Bursa Eropa turun signifikan, dimana FTSE 100 dan CAC 40 masing- masing melemah 1,97% dan 2,28%.