Tekan Beban, SIMP Raup Laba Rp441 Miliar Pada Semester I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Salim Ivomas Pratama Tbk (IDX: SIMP) membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar pada semester I 2022, atau naik 101 persen dibanding periode sama tahun 2021.

Dengan rasio pengungkit netto (net gearing) per 30 Juni 2022 sebesar 0,31x dibandingkan 0,35x pada 31 Desember 2021.

Direktur Utama SIMP, Mark Wakeford mengatakan, Grup SIMP meraih kinerja keuangan yang positif serta peningkatan margin terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit serta upaya-upaya dalam pengendalian biaya dan efisiensi.

Walau kondisi cuaca telah mempengaruhi produksi TBS inti, namun secara kuartalan, perseroan telah melihat pemulihan produksi pada kuartal II 2022 dibandingkan kuartal I 2022.

“Di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis, kami tetap fokus memprioritaskan belanja modal terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas dan berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan,” papar dia dalam keterangan resmi, Jumat (12/8/2022).

Ia merinci, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 6 persen secara tahunan menjadi 1,28 juta ton terutama disebabkan kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit.

Sejalan dengan itu, maka total produksi CPO turun 5 persen secara tahunan menjadi 327 ribu ton.

Pada kuartal kedua tahun 2022, produksi TBS inti naik 17 persen dibanding kuartal I 2022 dan CPO naik 30 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2022. 

Dampaknya, SIMP mencatat penjualan sebesar Rp8,07 triliun atau turun 10 persen secara tahunan terutama karena penurunan volume penjualan produk sawit dan produk Minyak & Lemak Nabati (EOF) yang sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata.

Namun, perseroan dapat membukukan laba bruto Rp2,20 triliun, atau tumbuh 7 persen secara tahunan.

Sedangkan laba usaha tercatat sebesar Rp1,33 triliun atau tumbuh 18 persen secara tahunan dan EBITDA tercatat sebesar Rp2,13 triliun atau tumbuh 17 persen secara tahunan.