Perang Ukraina Ungkit DSNG Raih Laba Rp467 Miliar Pada Semester I 2022
Pasardana.id - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (IDX: DSNG) meraih laba bersih sebesar Rp 467 miliar pada semester 1 2022, atau naik 119 persen dibandingkan periode sama tahun 2021.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan, kinerja perseroan masih didorong oleh kenaikan harga jual CPO sebagai imbas berkurangnya pasokan minyak nabati global akibat adanya perang Rusia dan Ukrania.
Harga CPO DSNG pada semester I naik 40 persen menjadi Rp 11,8 juta per ton, sedangkan harga PKO juga naik 68 persen menjadi Rp 25,6 juta per ton.
“DSNG menikmati flag fall dari kenaikan harga CPO, di mana kontribusi segmen minyak sawit menyumbang sekitar 80 persen dari total pendapatan DSNG. Di samping itu, segmen produk kayu juga masih berlanjut menghasilkan kinerja yang menggembirakan sehingga memperkuat kinerja DSNG secara group,” kata dia dalam siaran pers, Kamis (28/7/2022).
Ia merinci, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun, naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan dari segmen kelapa sawit memberikan kontribusi 80 persen atau sekitar Rp 3,0 triliun.
Penjualan segmen kelapa sawit tersebut naik 11 persen, meskipun dibandingkan tahun lalu volume penjualan CPO Perseroan 24 persen lebih rendah akibat belum pulihnya produksi CPO, terutama di kuartal 1 tahun 2022.
Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) DSNG pada kuartal kedua tahun ini mulai menunjukkan tren pemulihan, dengan berakhirnya dampak lanjutan 24 bulan El-Nino di Kalimantan Timur pada kuartal pertama 2022 yang lalu.
Hal ini ditandai dengan peningkatan produksi TBS pada kuartal kedua 2022 yang cukup signifikan dibandingkan kuartal I 2022 sebesar 22 persen secara kuartalan, di mana produksi TBS pada bulan Juni 2022 bahkan telah melampaui pencapaian produksi Juni tahun sebelumnya.
Sedangkan, pendapatan dari segmen usaha produk kayu pada semester I 2022 tercatat sebesar Rp782 miliar, atau meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan produk engineered flooring sebesar 22 persen dan kenaikan harga penjualan rata-rata produk panel sebesar 25 persen seiring pulihnya permintaan dari pasar Jepang sebagai pasar utama produk panel

