Musim Dividen Berlalu, IHSG Diproyeksi Bakal Tertekan Hingga Ke Level 6.765

Foto: Dok. Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada waktu dekat akan tertekan hingga ke level 6.725, setelah musim pengumuman pembagian dividen berlalu dan tekanan sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, musim dividen dan laporan keuangan sudah terjadwal sehingga momentum setelah kedua periode musiman itu diprediksi akan membuat IHSG melemah begitu terlaksana atau (sell on news).

“Faktor negatif tersebut akan diimbangi oleh dukungan dari positifnya kinerja emiten serta pembagian dividen dan kondisi makro-ekonomi domestik, sehingga IHSG diprediksi akan terkonsolidasi dengan prediksi berdasarkan analisis teknikal pada support-resistance 6.765-7.280,” ujar Martha dalam paparan media, Kamis (9/6/2022).

Untuk itu, dia menyarankan investor melakukan perdagangan secara selektif karena rencana kenaikan Fed Rate berpotensi menimbulkan gejolak di bursa saham global, yang bisa berimbas ke domestik.

Untuk pilihan saham, Martha menyarankan nasabah memilih sektor keuangan, energi, dan industri seperti bank-bank 4 besar (BBRI, BBCA, BMRI, BBNI), energi (ADRO, ITMG, PTBA, ADMR, INDY, PGAS), sektor industri (ASII, UNTR), serta saham pilihan lain, salah satunya TINS.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menambahkan, bahwa suku bunga acuan AS (Fed Fund Rate) yang besar kemungkinan akan dinaikkan bulan ini, juga menjadi faktor yang dapat menekan IHSG.

Menurut dia, besar kemungkinan Fed Fund Rate akan dinaikkan menjadi 1,25 - 1,5 persen pada Rapat FOMC 15 Juni pekan depan dari saat ini 0,75-1 persen.

Namun, dia optimis masih positif terhadap IHSG dan memprediksi indeks saham utama itu masih dapat ditutup di atas level psikologis 7.600 tahun ini, seiring dengan prospek ekonomi global yang masih akan membaik ke depannya.