BUKA Raih Laba Rp14 Triliun Dari Investasi Saham Pada Kuartal I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA) membukukan laba bersih senilai Rp14,55 triliun dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat Rugi sebesar Rp319,12 miliar.

Sehingga emiten wahana perdagangan daring ini menorehkan laba per saham yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk Rp141,18, sedangkan di akhir Maret 2021 tercatat rugi per saham Rp39,32.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit BUKA yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/4/2022).

Jelasnya, pendapatan bersih naik 86,05 persen menjadi Rp787,91 miliar yang ditopang pendapatan dari mitra sebesar Rp471,82 miliar, atau naik 227,08 persen.

Disusul pendapatan wahana perdagangan daring sebesar Rp278,55 miliar atau tumbuh 9,4 persen.

Sayangnya beban pokok pendapatan membengkak 561 persen, bahkan beban umum dan administrasi membengkak 251,54 persen menjadi Rp1,023 triliun.

Kondisi tersebut tertolong karena perseroan membukukan laba nilai investasi yang belum dilepas senilai Rp15,492 triliun, yang berasal dari investasi saham di BEI senilai Rp14,868 triliun dibandingkan kondisi akhir Desember 2021, yang tercatat senilai Rp26,454 miliar.

Dalam catatan itu, disebutkan BUKA menempatkan investasinya pada PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (IDX: AMOR) senilai Rp579,2 miliar. Nilai investasi ini tak bergerak dibandingkan akhir tahun 2021.

Dari hasil investasi tersebut perseroan mencatatkan laba usaha senilai Rp14,421 triliun, atau membaik dibandingkan kuartal I 2021 yang tercatat rugi usaha senilai Rp327,99 miliar.

Sementara itu, aset perseroan naik 50 persen menjadi Rp39,923 triliun karena ditopang akumulasi laba sebesar Rp5,222 triliun, sedangkan di akhir Desember 2021 tercatat defisit Rp9,327 triliun.