Tiga Faktor Ini Disebut Penekan GOTO Di Pasar Sekunder

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Efek bersifat ekuitas PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk ditaksir akan mengalami tekanan jual setelah dua-tiga hari diperdagangkan pada pasar sekunder, karena nilai penghimpunan dana IPO terbilang Jumbo, sehingga penjamin emisi dan kondisi pasar cenderung melakukan aksi jual.

Pandangan itu disampaikan Analis Teknikal BNI Sekuritas, Andri Zakaria di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

“Faktor pertama size-nya yang akan menghimpun dana sampai Rp13 triliun, secara historical saham IPO jumbo seperti ADRO tahun 2008 naik satu dua hari kemudian anjlok. Contoh lainnya, BUKA yang naik cuma sampai hari ketiga kemudian anjlok hingga dibawah harga IPO sampai saat ini,” jelas dia.

Lebih lanjut Andri juga menyoroti terkait waktu pelaksanaan IPO pada bulan April, saat pasar sedang mengalami kecenderungan aksi jual.

“Bulan April itu sentimen sudah terbatas, sebab laporan keuangan sudah keluar semua dan dividen juga mulai dibagikan,” kata dia.

Sedangkam faktor ketiga, lanjut dia, salah satu penjamin emisi IPO yakni Mandiri Sekuritas dengan rekam jejak saham IPO mengalami penurunan nilai di pasar sekunder.

“Kita lihat saja BUKA dan MTEL (yang) mengalami penurunan. Jadi GoTo nasibnya akan seperti BUKA,” tandas dia.