Wamenkeu : Dana Rp6 Triliun Sudah Disetor Buat Modal JKP

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan, bahwa saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyetorkan dana sekitar Rp 6 triliun sebagai kontribusi awal untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dimana dana tersebut nantinya dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi, dana awal itu pada tahun lalu Rp 6 triliun ditaruh di BPJS Ketenagakerjaan dengan tujuan supaya dikelola untuk melakukan pembayaran, jika ada pekerja kita mengalami kehilangan pekerjaan," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (22/2/2022).

Suahasil menerangkan, tahun lalu iuran pemerintah sebesar Rp 825 miliar dan tahun ini Rp 973 miliar diharapkan bisa terus bergulir dan berkembang.

Dia menyebutkan, bahwa setiap pekerja yang mengalami kehilangan pekerjaan dan dia terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan JKP.

"Ini dibayarkan jadi ketika pekerja kehilangan pekerjaan akan tetap dicover melalui JKP," jelas dia.

Suahasil mengklaim, para pekerja ter-PHK tidak akan kehilangan haknya karena tetap di-cover JKP, meskipun belum bisa sepenuhnya mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT).

"Sementara yang JHT-nya kemudian bisa dipakai dikelola terus, agar betul-betul memenuhi tujuannya yaitu sebagai jaminan hari tua, yaitu diambil pada saat hari tuanya," ujarnya.