Wijaya Karya Tambah Setoran Modal ke Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Foto : istimewa

Pasardana.id - Sebagai tindak lanjut dari pembahasan yang sudah dilakukan Kementerian BUMN, Direksi PSBI, dan Konsorsium BUMN pada 10 Desember tahun lalu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (IDX: WIKA) mengumumkan penambahan setoran modal Rp6,1 triliun kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Untuk diketahui, PSBI merupakan konsorsium BUMN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Tambahan setoran modal ini dilakukan melalui skema konversi uang muka setoran modal menjadi setoran modal dan tunai kepada PSBI.

"Dengan dilaksanakannya rencana transaksi tersebut, maka perseroan dapat meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PSBI, sehingga akan menghasilkan laba yang berkontribusi terhadap pendapatan perseroan," tulis Manajemen WIKA dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (20/11).

Sebelumnya, pada 10 Desember 2021, WIKA sepakat untuk menambah porsi nilai penyertaan modal sebanyak Rp6,21 triliun.

Dari angka tersebut, perseroan telah melakukan realisasi penyertaan modal sebesar Rp6,10 triliun, yang dicatatkan sebagai uang muka setoran modal pada PSBI.

Uang muka setoran modal inilah yang rencananya akan dikonversi menjadi setoran modal, dengan nilai transaksi saham PSBI sebesar Rp1 juta per saham.

Selain itu, WIKA juga akan melakukan setoran tunai sebesar Rp33,93 miliar kepada PSBI untuk kebutuhan biaya usaha.

Dari angka tersebut, sebanyak Rp22,42 miliar telah direalisasikan dalam bentuk uang muka setoran modal, sehingga sisa setoran tunai yang wajib dikeluarkan adalah sebesar Rp11,51 miliar.

Dengan adanya transaksi tersebut, maka WIKA akan berada di urutan kedua pemegang saham terbesar PSBI, di bawah PT KAI.

WIKA akan menggenggam saham PSBI sebanyak 39,11 persen, dari sebelumnya 38 persen.

Kemudian, PT KAI menjadi 51,38 persen dari sebelumnya 25 persen,

PTPN VII menjadi 1,21 persen dari sebelumnya 25 persen, dan Jasa Marga sebesar 8,3 persen dari semula 12 persen.