Lepas Ekspor Perdana Alumina, Jokowi Ingatkan Pentingnya Hilirisasi Industri

Foto : Youtube Sekretariat Presiden.

Pasardana.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas ekspor perdana produk turunan bauksit, yaitu smelting grade alumina, sebesar 20 ribu ton senilai Rp100 miliar.

Dalam sambutannya, Jokowi memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang telah berani membangun hilirisasi industri bahan mineral dan tambang.

"Saya terima kasih ada perusahaan-perusahaan seberani ini membangun dengan investasi, tentu saja dengan risiko-risiko yang ada. Kita harapkan semua bahan mentah kita olah sendiri di Tanah Air," ujar Jokowi dalam sambutan di PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022) yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyebut Indonesia harus menjadi negara industri jika mau maju.

Dirinya menilai pentingnya hilirisasi industri dengan mulai menghentikan ekspor bahan mentah.

Karena itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan agar dapat melakukan pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga bisa meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut.

"Ini harganya harga bahan mentah. Seperti tadi disampaikan oleh Pak Airlangga Hartarto, harusnya bisa 15 kali lipat hanya dijual 30 tadi. Padahal kalau menjadi barang jadi bisa 700. Ini enggak bisa diteruskan," lanjut Presiden Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan, melalui hilirisasi industri akan memberikan nilai tambah bagi negara, seperti pajak baik pribadi maupun perusahaan hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Yang paling penting membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, bisa 7 ribu, kemarin di Konawe 27 ribu, di Morowali 45 ribu, ini yang dibutuhkan rakyat," tambah Jokowi.

Karena itu, ia menegaskan, pemerintah akan melanjutkan kebijakannya untuk menghentikan ekspor minerba dalam bentuk bahan mentah meskipun mendapatkan protes dari berbagai negara melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Jokowi juga mengajak agar semua kalangan mau mengubah pola pikir untuk melakukan hilirisasi industri.

"Ini harus menjadi negara industri kalau kita mau maju karena nilai tambahnya di situ. Dengan risiko apapun satu per satu akan saya stop. Nikel Ore stop ini kita digugat oleh WTO, silakan gugat. Nanti stop bauksit, stop, mesti ada yang gugat lagi silakan gugat enggak apa-apa, kita hadapi," tandasnya.