Bahlil : Pemulihan Ekonomi Paska Pandemi Itu Tidak Gampang

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemulihan pasca pandemi akibat Covid-19 bukanlah hal mudah.

Hat tersebut diakui langsung oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.

Dalam sebuah video conference pada Minggu (09/1/2022), Bahlil mengungkapkan, dampak pandemi ini dirasakan secara global oleh seluruh negara di dunia sehingga berimbas pada perdagangan dan investasi.

"Kami akui bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi covid ini merupakan sesuatu yang tidak gampang, susah sekali," sebut Bahlil.

Kata Bahlil, ditengah kesulitan tersebut, Indonesia masih mampu menjaga ekonomi tetap tumbuh positif setelah terkontraksi minus 0,7 persen pada kuartal I-2021.

Namun setelahnya, pertumbuhan ekonomi RI melonjak menjadi 7,1 persen meski kembali turun ke 3,5 persen pada kuartal III-2021.

"Kita harus bersyukur bahwa di tengah pandemi Covid, tapi kita masih mampu tumbuh ekonomi kita 3,5 persen di kuartal III dan di kuartal IV saya punya keyakinan tumbuhnya 4,5 sampai lima persen. Kenapa? Karena di kuartal III itu adalah kuartal yang paling menyulitkan kita," ungkapnya.

Disampaikan Bahlil, pada kuartal III tahun lalu, pergerakan ekonomi hanya efektif selama satu bulan saja karena dua bulan sebelumnya pemerintah menerapkan PPKM Level 3.

Beruntung kinerja ekspor-impor tetap tumbuh positif, serta investasi juga mampu menopang perekonomian.

Menurutnya, itu semua tak terlepas dari kebijakan gas dan rem yang dijalankan pemerintah.

Kebijakan tersebut memberikan keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi.

"Kuartal III itu adalah kuartal paling berharga untuk kita belajar. Jangan kita terlalu terbuka untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang kuat tapi kemudian kita jebol dalam konteks penanganan pandemi covid. Jadi, dua-duanya ini jalan, dan saya yakin di negara manapun itu enggak bisa semuanya jalan secara maksimal, tapi kita mampu menyiasati itu," tandasnya.