Sengketa Pajak Biang PGAS Rugi USD264 Juta Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (IDX: PGAS) mencatatkan rugi bersih sebesar USD264,773 juta pada akhir tahun 2020, atau memburuk dibanding akhir tahun 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar USD67,584  juta.

Akibatnya, rugi per saham dasar tertulis USD0,011 dibandingkan akhir tahun 2019, yang membukukan laba per saham senilai USD0,003.   

Data itu berdasarkan laporan keuangan telah audit emiten Distributor gas BUMN  pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/4/2021).

Jelasnya, pendapatan bersih tahun 2020 tercatat sebesar USD2,885 miliar atau turun 25,02 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar USD3,848 miliar.

Tapi beban pokok pendapatan tertera sebesar USD2,031 miliar atau turun 22,51 persen dibanding tahun 2019 sebesar USD2,621 miliar. Sehingga laba kotor terbilang USD854,41 juta, atau turun 30,39 persen dibanding tahun 2019 sebesar USD1,227 miliar.  

Namun, kinerja keuangan emiten anak usaha PT Pertamina ini memburuk karena mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas senilai USD76,684 juta. Padahal pos tersebut tahun 2019 mencatatkan pemulihan nilai sebesar USD62,735 juta.

Kinerja perseroan lebih tertekan lagi, karena adanya pembengkakan provisi sengketa pajak sebesar 118,8 persen menjadi USD278,37 juta, bandingkan tahun 2019 sebesar USD127,72 juta.

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar USD2,955 miliar atau turun 9,52 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD3,243 miliar.

Adapun total kewajiban terbilang sebesar USD4,578 miliar, atau tumbuh 10,6 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD,4,139 miliar.

Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar USD7,532 miliar, atau tumbuh 2,1 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar USD7,373 miliar.

Patut diperhatikan, arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD416,87 juta, atau turun 49,08 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar USD817,89 juta.