Jelang Selesai 2022, Komisaris dan Direksi Kereta Cepat Indonesia China Dirombak

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) merombak jajaran komisaris perseroan dan direksi.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar 16 Maret 2021.

Corporate Secretary KCIC, Mirza Soraya menyebutkan, bahwa perombakan tersebut dilakukan menjelang operasional kereta cepat Jakarta-Bandung. Mega proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2022.

Oleh karena itu, jelas Mirza, perseroan membutuhkan sosok yang berpengalaman.

PT KCIC sendiri, akhirnya menunjuk Plt Reska Multi Usaha (KAI Services), Dwiyana Slamet Riyadi. Bos anak usaha KAI itu telah berpengalaman di sektor perkereta-apian sejak 1992.

"Berbekal pengalaman tersebut membuat Dwiyana dipercaya untuk melanjutkan akselerasi konstruksi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2022, termasuk mempersiapkan secara simultan aktivitas operation and maintenance Kereta Cepat Jakarta-Bandung," katanya, Selasa (23/3/2021).

Chandra Dwiputra yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut digeser menjadi Direktur. Tak hanya itu, posisi Komisaris ditambah dua kali lipat menjadi enam orang menjelang beroperasinya mega proyek ini.

Secara lengkap, susunan Komisaris PT KCIC yang baru sesuai dengan Surat Sirkuler adalah Ju Guojiang sebagai Komisaris Utama didampingi lima Komisaris, yakni; Agung Budi Waskito, Jeffrie N. Korompis, Gao Feng, Heru Wisnu Wibowo dan Yanuar Muhammad Najih.

Sedangkan pada susunan Direksi PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama, didampingi oleh empat Direktur yang terdiri dari; Chandra Dwiputra, Zhang Chao, Xiao Songxin dan Allan Tandiono. Pergantian yang dilakukan merupakan keputusan pemegang saham PT KCIC.

Untuk diketahui, KCIC saat ini merupakan pemilik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah Indonesia sesuai dengan Perpres No. 3/2016.

Selain pengembangan infrastruktur transportasi publik, KCIC turut berupaya menunjang peningkatan produktivitas masyarakat di sepanjang trase kereta cepat melalui pengembangan terintegrasi, kawasan Superblock di stasiun Halim dan Transit Oriented Development (TOD) di stasiun Karawang, Walini dan Tegalluar.

Konsep TOD yang dipadukan dengan kereta cepat diyakini dapat meningkatkan kemudahan akses wilayah, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah sekitar.