Pelaku Layanan Publik Didorong Segera Lakukan Tranformasi Digital
Pasardana.id - Transformasi digital bukan lagi menjadi pilihan, namun sudah menjadi keharusan untuk daya saing maupun peningkatan layanan publik maupun pelanggan atau masyarakat.
Penasehat ItWorks, Goenawan Loekito mengatakan, era industri keempat (industry 4.0) sarat tuntutan penggunaan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi).
“Keberhasilan implementasi teknologi digital, juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan bisnis dan juga institusi kepemerintahanan di masa pandemi dan new normal ini,” papar dia dalam Webinar Series bertema “Accelerating Digital Transformation in Business & Government”, Kamis (16/12/2021).
Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan, bahwa pemerintah senantiasa mendorong percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, baik di instansi pemerintahan, korporasi bisnis, maupun institusi lainnya.
“Oleh karenanya, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, sangat mendukung kegiatan Webinar ini, yang merupakan rangkaian dari kegiatan penghargaan TOP DIGITAL Awards ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan Smart City dan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital di instansi pemerintahan.
“Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 14 Desember 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar Forum Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE),” kata dia.
Sedangkan Chief Technology Officer Bank Amar Indonesia, Kevin Kane dalam paparannya mengatakan, permintaan akan layanan perbankan digital terus meningkat seiring dengan jumlah pengguna aktif internet di tahun 2020 yang mencapai hingga 175,4 juta orang atau 64 persen dari total penduduk Indonesia.
Namun, setelah pandemi Covid-19, sebanyak 60 persen konsumen mengalami penurunan pendapatan dan tabungan rumah tangga. Akibatnya, mereka pun mengurangi pengeluaran diskresioner dan mengadopsi kebiasaan baru secara dengan dukungan teknologi digital untuk menghemat.
“Sesuai dengan lima pilar fundamental dalam Cetak Biru Transformasi Perbankan Digital OJK, Amar Bank percaya bahwa pilar-pilar tersebut akan berdampak pada bank digital kedepannya. Oleh karena itu, bank memperluas penggunaan teknologi AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan proses back-office,” beber dia.
Ditambahkan, Amar Bank memiliki tingkat Kematangan TI dengan tiga aspek, yaitu Cloud Computing, Artificial Intelligence & Machine Learning, dan juga Data Analytics.
"Kami telah memanfaatkan teknologi Big Data dan Data Analytics sejak tahun 2014, terbukti dengan keberhasilan Produk Tunaiku yang memanfaatkan Predictive Data Modeling. Hingga saat ini, Tunaiku telah menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari Rp6,6 Triliun. Mendapatkan lebih dari 40.000.000 jumlah pengunjung Website dan Mobile Apps, lebih dari 6,7 juta jumlah Instalasi Mobile Apps, dan juga mendapatkan lebih dari 9j uta aplikasi pinjaman yang diterima. Sementara di Senyumku, nasabah dapat menggunakan fitur menarik mulai dari Savings, Invest, dan Expenditure. Bunga yang diberikan Senyumku cukup menarik, sebesar 5,5 persen per tahun untuk menabung di Celengan Senyumku dan 9 persen per tahun untuk investasi di Senyumku Deposito," bebernya.

