Beban Bengkak, Laba SMGR Turun 9,9 Persen Pada Akhir September 2021

Foto : Dok. SMGR

Pasardana.id - PT Semen Indonesia Tbk (IDX: SMGR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,387 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, atau merosot 9,9 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp1,541 triliun.

Akibatnya laba per saham dasar ikut turun menjadi Rp234, sedangkan akhir kuartal III 2021 terbilang Rp260.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2021 tanpa audit emiten semen BUMN ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/11/2021).

Jelasnya, pendapatan perseroan menyusut sedalam 1,14 persen  menjadi Rp25,33 triliun. Rincinya, pendapatan dari semen menyusut 2,3 persen sedalam menjadi Rp20,5 triliun.

Senada dengan itu, pendapatan beton jadi dan siap pakai turun 13,1 persen menjadi Rp1,167 triliun. Tapi pendapatan terak justru naik 22,14 persen menjadi Rp 2,681 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 2,8 persen menjadi Rp17,886 triliun. Hal itu dipicu, beban bahan bakar energi bengkak 2,09 persen menjadi Rp5,986 triliun. Ditambah beban pemakaian bahan baku bengkak 15,8 persen menjadi Rp1,426 triliun dan penyusutan penurunan nilai bengkak 3,76 persen menjadi Rp1,93 triliun.

Dampaknya, laba kotor tercatat  Rp7,444 triliun, atau turun 9,5 persen  dibandingkan akhir kuartal III 2020 sebesar Rp8,23 triliun.

Sementara itu, utang bank jangka panjang turun 35,71 persen menjadi Rp9,6 triliun dan utang obligasi jangka panjang turun 42,52 persen menjadi Rp4,073 triliun.

Pada sisi lain, ekuitas naik 9,5 persen menjadi Rp39,086 triliun. Hasilnya, aset tercatat turun 1,7 persen menjadi Rp76,6 triliun.

Patut diperhatikan, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp4,247 triliun, atau turun 16,41 persen dibandingkan akhir kuartal III 2020 sebesar Rp5,081 triliun.