Wabah Corona Meluas, Pemerintah Stop Sementara Ekspor Masker

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerapkan larangan ekspor produk antiseptik bahan baku masker alat pelindung diri dan masker. 

Hal ini dilakukan supaya stok alat kesehatan di Indonesia tercukupi di tengah meluasnya virus corona atau covid-19.

Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker.

Beleid diteken pada Senin (16/3) lalu dan diundangkan pada Selasa (17/3), serta berlaku mulai Rabu (18/3).

"Pemerintah perlu menjaga ketersediaan untuk pelayanan kesehatan dan perlindungan diri bagi masyarakat. Maka perlu peraturan mengenai larangan sementara ekspor tersebut," ungkap Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto seperti dikutip laman Setkab, Kamis (19/3/2020).

Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, eksportir dilarang sementara mengekspor: a. Antiseptik; b. bahan baku Masker; c. Alat Pelindung Diri; dan d. Masker, sesuai dengan uraian barang dan Pos Tarif/Harmonized System (HS).  

Hal yang sama disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar kebutuhan alat-alat kesehatan tersedia saat wabah virus Corona atau Covid-19. Terutama, masker dan hand sanitizer.

"Untuk ekspor masker dan alat kesehatan yang diperlukan, lebih baik disetop dulu," ujar Jokowi pada teleconference, Kamis (19/3/2020).

Menurut Jokowi, penting untuk memastikan pasokan dalam negeri agar memenuhi kebutuhan. Apalagi alat kesehatan lainnya.

"Kemudian ketersediaan bahan baku untuk produksi alat kesehatan dalam menghadapi situasi ini," ujarnya.