Akibat Pembangunan Infrastruktur, PAD Labuan Bajo Tembus Rp135 Miliar

Foto : Presiden dan jajaran beberapa kementerian lakukan kunjungan kerja ke destinasi wisata Labuan Bajo, NTT (10/7) dengan agenda tinjau pembangunan infrastruktur destinasi pariwisata (Ist)

Pasardana.id – Sejak Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur dijadikan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, percepatan pembangunan terus dilakukan.

Dampak pembangunan terlihat sangat signifikan pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuan Bajo pada 2017 meraih sebesar Rp 70 miliar dan di tahun 2018 meningkat tajam hampir 100% hingga mencapai Rp 135 miliar.

Hiramsyah S. Thaib, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata, menuturkan bahwa dukungan penuh akan terus diberikan untuk percepatan pembangunan yang dilakukan pada 8 kabupaten di Labuan Bajo, baik pembangunan yang berkaitan dengan Atraksi, Aksesibilitas, maupun Amenitasnya.

“Percepatan pembangunan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores harus dipercepat prosesnya. Kami sangat mendukung pembangunannya agar Labuan Bajo menjadi destinasi yang semakin mudah dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Saya yakin ke depannya Labuan Bajo akan menjadi destinasi favorit,” jelas Hiramsyah S. Thaib dalam siaran pers, Rabu (10/7).

Lebih lanjut, Hiramsyah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pokja KEK Pariwisata menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mendukung penuh rencana pembuatan 2 KEK Pariwisata di Manggarai Barat.

“Pembangunan KEK Pariwisata Tanah Naga dan Tanah Mori pasti kami dukung dan diharapkan  berdampak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegas Hiramsyah.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, dengan adanya pembangunan moda transportasi penyeberangan, diharapkan bisa mendorong perekonomian dan ekosistem pariwisata. Moda transportasi yang aman, nyaman, serta terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan akan meningkatkan jumlah kunjungan. Langkah ini juga membuktikan kuatnya semangat Indonesia Incorporated untuk membangun sektor pariwisata Indonesia.

“Terlebih sektor ini telah ditetapkan sebagai ekonomi inti bangsa oleh Presiden,” jelas Arief Yahya.

Labuan Bajo merupakan salah satu dari 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas 10 Bali Baru yang juga menjadi pilihan destinasi favorit wisatawan mancanegara.

Data tahun 2018 mencatat Labuan Bajo menarik kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 121.411, angka tersebut naik lebih dari 150% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 76.612 wisatawan mancanegara.

Pembangunan destinasi pariwisata Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata dunia ini turut didukung kementerian dan lembaga lainnya terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Sekretariat Negara, dan lainnya.

Adapun Rabu (10/7) lalu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama dengan jajaran Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan jajaran lainnya melakukan kunjungan kerja ke daerah pariwisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur di kawasan parawisata tersebut.

Kunjungan kerja dilakukan meliputi area Bandar Udara Komodo, Puncak Waringin, serta Pulau Rinca serta meninjau langsung proyek penyeberangan pelabuhan yang saat ini tengah dalam perencanaa pengembangan pelabuhannya. Pembangunan pelabuhan tersebut dibantu oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) yang menyediakan moda transportasi terutama di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata (10 Bali Baru).