Momentum Rating Naik dari S&P, Pemerintah Terbitkan SUN Dollar dan Euro

foto: istimewa

Pasardana.id - Pemerintah Republik Indonesia berhasil melakukan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam dua valuta asing (dual-currency) yakni denominasi US Dollar dan Euro.

Rinciannya, sebesar US$0,75 miliar atau setara dengan Rp10,68 triliun (kurs Rp14.460 per US$) untuk tenor 10 tahun dan EUR0,75 miliar atau Rp12,11 triliun untuk tenor 7 tahun.

Penerbitan obligasi dengan total sekitar Rp22,79 triliun ini memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch.

Transaksi ini merupakan penerbitan dual-currency ketiga, mengikuti keberhasilan dua transaksi dual-currency sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018.

Melalui keterangannya, Rabu (12/6/2019), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, momentum positif atas peningkatan peringkat utang dari Standard & Poor’s pada akhir Mei 2019 dari BBB- (stable) menjadi BBB (stable) serta membaiknya kondisi global dimanfaatkan Pemerintah secara tepat dan cepat untuk melakukan penerbitan SUN dalam dua valuta asing secara bersamaan (dual-currency) dalam format SEC-Registered.

Pada transaksi kali ini, seri RIEUR0926 berhasil diterbitkan dengan tingkat kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan SUN denominasi Euro. Final pricing (yield) untuk seri ini lebih ketat 30 bps dari initial price target yaitu mid swap MS+175bps area.

Transaksi ini adalah penerbitan keenam Pemerintah untuk SUN valuta asing dalam denominasi Euro dan merupakan penerbitan kedua denominasi Euro dalam format SEC-Registered. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah yang berkesinambungan untuk memperluas basis investor di Eropa.

Adapun final pricing (yield) untuk seri RI0929 lebih ketat 30 bps dari initial price target 3,750% area. Penerbitan seri ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah untuk meningkatkan likuiditas SUN dalam denominasi US Dollar yang dapat diperdagangkan bagi investor Amerika Serikat dan global.

Penerbitan kedua seri SUN ini akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Citigroup, Credit Agricole CIB, Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Securities dan Standard Chartered Bank, sedangkan yang bertindak sebagai co-Managers adalah PT Bahana Sekuritas and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.