Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dorong Kenaikan Harga SUN Diperdagangan Rabu Kemarin

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Rabu, tanggal 6 Februari 2019 kemarin, mengalami kenaikan didukung oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2018 yang lebih baik dari perkiraan serta nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Dalam riset yang dirilis Kamis (07/2/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, perubahan harga Surat Utang Negara yang terjadi pada perdagangan kemarin (06/2), dipicu baik dari faktor domestik maupun dari faktor eksternal.

Adapun dari faktor domestik, perubahan harga didukung oleh sentimen positif ditengah dirilisnya data ekonomi kuartal IV 2018 yang tumbuh sebesar 5,18% YoY, pertumbuhan tersebut dinilai lebih baik dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu, dari faktor eksternal perubahan harga Surat Utang Negara ini masih dipengaruhi oleh  sentimen positif dari Bank Sentral Amerika yang menetapkan suku bunga acuannya masih di kisaran 2,25% - 2,50% pada pertengahan pekan lalu.

“Dari kedua sentimen tersebut, pelaku pasar merespon dengan melakukan pembelian Surat Utang Negara di pasar sekunder, sehingga berdampak kepada pergerakan harga Surat Utang Negara terutama dengan tenor menengah dan panjang,” jelas I Made.

Lebih rinci diungkapkan, pada perdagangan kemarin, hari Rabu tanggal 6 Februari 2019, harga Surat Utang Negara mengalami kenaikan pada sebagian besar seri Surat Utang Negara hingga mencapai 140 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil hingga sebesar 21 bps.

Adapun untuk Surat Utang Negara seri acuan, kenaikan harga yang terjadi telah mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil yang berkisar antara 7,6 bps hingga 11,8.

Surat Utang Negara dengan tenor 20 tahun mengalami perubahan harga tertinggi dibandingkan dengan seri acuan lainnya sebesar 117 bps yang telah menyebabkan turunnya tingkat imbal hasil sebesar 12 bps.

Sementara itu, untuk seri acuan dengan tenor 5 dan 10 tahun mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 33 bps dan 83 bps yang mendorong penurunan tingkat imbal hasil masing-masing sebesar 8 bps dan 11 bps.

Adapun untuk seri acuan dengan tenor 15 tahun didapati peningkatan harga sebesar 97 bps telah menyebabkan tingkat imbal hasil mengalami koreksi sebesar 11 bps.  

Sementara itu, pergerakan harga Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika terlihat mengalami kenaikan ditengah melemahnya imbal hasil US Treasury.

Adapun perubahan harga terjadi pada sebagian besar seri Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika.

Sementara itu, pergerakan harga dari INDO24 mengalami kenaikan sebesar 5 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 1 bps di level 3,732%.

Selanjutnya pergerakan harga INDO29 juga mengalami penguatan sebesar 17,5 bps yang menyebabkan pelemahan tingkat imbal hasil sebesar 2 bps.

Disamping itu, untuk INDO44 didapati mengalami perubahan harga sebesar 14 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 0,8 bps. Adapun perubahan harga terbesar didapati pada bertenor panjang seri INDO49 yang mengalami pelemahan sebesar 28,8 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 1,74 bps.