Resmi Catatkan Saham di BEI, Ginting Jaya Energi Targetkan Pendapatan Naik 1,5 Kali

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS), perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang utilitas dan penyewaan jasa rig workover dan well services (WOWS) dan enhanced oil recovery (EOR), pada hari ini, Jumat (08/11), resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan mengungkapkan, target pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca IPO diproyeksikan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250 persen.

Rencananya, sebesar 63,56% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan 7 rig work over dan well services (WOWS) perseroan.

“Selain itu, juga untuk pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74% dan pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06%,” ujar Jimmy Hidayat selaku CEO Ginting Jaya Energi Tbk dalam siaran pers perseroan, Jumat (8/11).

Dijelaskan, mengenai pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham, berdasarkan hasil bookbuilding di harga Rp 375 - Rp 450, perseroan mengalami oversubscribed 30,9 kali, harga per lembar saham dinyatakan sebesar Rp 450, dengan target peraihan dana IPO sebesar Rp 337,5 miliar.

Untuk diketahui, saham Ginting Jaya Energi Tbk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikategorikan sebagai saham syariah dan dilepas ke publik sebanyak 750.000.000 lembar saham yang mewakili 30,29 % modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana.

Pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca IPO diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250 persen.

Pada 2019, Ginting Jaya Energi Tbk menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar. Target ini meningkat sebesar 10,02% dibanding tahun 2018.

Adapun laba bersih pada 2019, perseroan menargetkan perolehan Rp31 miliar. Nilai tersebut berdasarkan pada nilai kontrak yang didapat pada tahun ini.

Asal tahu saja, pada April 2019, Ginting Jaya Energi Tbk mendapatkan kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan workover dan well service (WOWS) dengan masa kontrak selama 2 tahun.

“Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” jelas Jimmy.

Lebih lanjut diungkapkan, dalam IPO ini perseroan telah menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Saat ini, Ginting Jaya Energi Tbk memiliki 9 unit rig WOWS yang beroperasi di Sumatera Selatan. Adapun potensi bisnis WOWS di Indonesia diprediksi mencapai sekitar Rp 23 triliun per tahun dan kebal terhadap fluktuasi harga minyak.

Dengan tambahan 7 unit rig di tahun 2020 dan target penambahan hingga 23 unit pada 2023, maka Ginting Jaya Energi Tbk akan menjadi perusahaan penyedia jasa penyewaan rig WOWS terbesar di wilayah Asia Pasifik.

Perseroan didirikan pada tanggal 7 Maret 2011 berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan. Menjalankan kegiatan usaha di bidang utilitas dan penyewaan dengan spesialisasi penyewaan jasa rig workover dan well services (WOWS) dan enhanced oil recovery (EOR).