Harga Batu Bara Turun, Laba PTBA Susut 21,08%
Pasardana.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada kuartal III 2019 mencatatkan laba bersih Rp3,1 triliun atau 21,08% dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal itu disebabkan oleh penurunan harga batu bara dunia.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman menyampaikan, bahwa pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 7,8% menjadi Rp775.675/ton dari Rp841.655/ton di periode sampai dengan September 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batu bara indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) sebesar 25% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar US$ 81,3 per ton dari US$ 108,3 per ton pada periode yang sama tahun lalu,” tulis dia dalam siaran pers, Senin (28/10/2019).
Ia menambahkan, hal serupa terjadi pada indeks harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 yang melemah sebesar 21% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar US$ 50,8 per ton dari US$ 64,5 per ton pada periode yang sama tahun lalu.
Padahal, emiten batu bara itu mencatatkan kenaikan penjualan batu bara hingga September 2019 menjadi 20,6 juta ton atau naik 10,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan penjualan ini ditopang oleh kenaikan produksi batu bara menjadi 21,6 juta ton atau naik 9,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, serta kapasitas angkutan batu bara yang mengalami kenaikan menjadi 17,8 juta ton atau naik 4,7% dari periode Januari hingga September 2018.

