Saham|Bursa Efek Indonesia|indeks harga saham gabungan|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto: istimewa
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cenderung menurun hari ini.
Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones turun 76.22 poin ditutup pada level 21,674.51 ditengah kenaikan harga minyak mentah.
Adapun Bursa regional diperdagangkan cenderung menurun pagi ini. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat dekat level tertinggi sebelumnya dan garis diagonal resisten kuat, sehingga IHSG rentan mengalami koreksi teknikal hari ini.
Menyikapi beberapa faktor tersebut, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung menurun hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas, yang dilansir dari laman resminya, Senin (21/8/2017).
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga mengungkapkan, beberapa aksi korporasi dari para emiten layak dicermati pelaku pasar, antara lain;
BRPT- Bisnis pembangkit listrik
PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Indonesia Power, anak usaha PT Perusahaan
Listrik Negara (PLN) membentuk usaha patungan di sektor bisnis listrik.
Perusahaan patungan tersebut dibentuk melalui anak usaha BRPT, PT Barito
Wahana Lestari dan anak usaha Indonesia Power, PT Putra Indotenaga.
Keduanya mendirikan PT indo Raya Tenaga yang bergerak di bidang pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik. Indo Raya Tenaga berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara Jawa-9 dan Jawa-10 dengan kapasitas 2x1,000 megawatt (MW) di Suralaya (Banten). Nantinya, perusahaan patungan ini akan mengadakan penawaran kompetitif internasional untuk rekayasa, pengadaan, konstruksi dan pengujian (EPC).
**JSMR - Realisasikan sekuritisasi aset
**PT Jasa Marga (JSMR) merealisasikan rencana sekuritisasi aset dengan skema
kontrak investasi kolekti efek beragun aset (KIK-EBA). Aset yang diagunkan
adalah jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). KIK-EBA ini memiliki nilai
maksimum Rp 2 Triliun dengan tenor lima tahun.
Produk sekuritisasi bernama KIK-EBA Mandiri JSMR01 akan ditawarkan dalam dua kelas. Kelas A dengan porsi 92.9% atau sekitar Rp 1.86 Triliun akan diterbitkan melalui penawaran umum dan memiliki karakterisitik pendapatan tetap dengan kupon tetap 8%-9% sedangkan Kelas B akan diterbitkan melalui penawaran terbatas ke internal perusahaan JSMR dan memiliki karakteristik pendapatan tidak tetap.
KIK-EBA tersebut mendapat peringkat AAA dari Pemeringkat Efek Indoensia (Pefindo). JSMR akan menggunakan dana Rp 2 Triliun untuk membiayai proyek jalan tol yang dikerjakan sepanjang 2H 2017.
SMBR - Kenaikan volume penjualan
PT Semen Baturaja (SMBR) membukukan kenaikan volume penjualan semen menjadi
812,286 ton pada 7M 2017 atau naik 2.51%Yoy dibandingkan 792,394 ton pada 7M
2016. Manajemen SMBR mengungkapkan volume penjualan kembali meningkat dengan
memanfaatkan momentum peningkatan konsumsi semen di 2H 2017. Selain itu, SMBR
berusaha mengurangi biaya dengan mengubah skema pengangkutan semen dari
menggunakan truk menjadi kereta api.
TLKM - Fiber optic di Palangkaraya
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sudah menyelesaikan program solusi
teknologi informasi dan komunikasi (information and communication
technology/ICT) di Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Hal ini menjadikan
Palangkaraya sebagai ibukota provinsi di Indonesia yang pertama memiliki
infrastruktur 100% fiber optic.
Proses pengerjaan program ICT di kota tersebut menghabiskan waktu satu tahun dengan total 12,156 pelanggan Telkom. Selain itu, perseroan juga membangun fasilitas wifi Corner pada 14 lokasi titik akses di kota tersebut, antara lain area perkantoran Telkom dan area publik.
Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal untuk mendukung bisnis broadband sebesar Rp 16.7 Triliun atau sekitar 56.6% hingga 62% dari total belanja modal perseroan tahun ini sebesar Rp 26.7 Triliun- Rp 29 Triliun.
WSKT - Penjualan 9 ruas tol
PT Waskita Karya (WSKT) akan membuka lelang penjualan sembilan ruas tol dalam waktu dekat. Penjualan ruas tol ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk tidak menjadi operator jalan tol, sehingga ruas jalan tol yang selesai dibangun dipastikan akan dijual.
Perseroan telah mengakuisisi kepemilikan 18 ruas tol dari perusahaan swasta guna mendukung pembangunan ruas jalan tol di Indonesia. Sedangkan Sembilan dari ruas jalan tol tersebut telah siap dijual kepada investor lain atau perusahaan bidang operator jalan tol. Sejauh ini, sebanyak 14 investor telah menyatakan minat untuk mengakuisisi sembilan ruas jalan tol tersebut.
Tender penjualan resmi akan dibuka akhir bulan ini untuk memberikan waktu kepada investor untuk melakukan evaluasi sejumlah ruas jalan tol yang ditawarkan. Sementara WSKT membukukan kontrak baru Rp 37 Triliun pada 7M 2017 atau mencapai 61% dari target kontrak baru 2017 yang telah direvisi menjadi Rp 60 Triliun.