Belanja Modal Direncanakan Rp250 Miliar, TPMA Siap Terbitkan MTN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) tengah mempersiapkan penerbitan Medium Term Note (MTN) senilai Rp150 miliar hingga Rp200 miliar. Hasil penerbitan surat utang jangka pendek itu akan digunakan untuk menopang belanja modal perseroan tahun 2018 sebesar Rp150 miliar hingga Rp250 miliar. 

Direktur Keuangan TPMA, Rudy Sutiono mengatakan, persiapan penerbitan surat utang itu tengah menunggu hasil pemeringkatan efek oleh PT Pemeringkat efek Indonesia (Pefindo) dan menunggu kondisi pasar keuangan yang stabil guna menyerap emisi bersifat utang itu.

"Kami harap MTN senilai Rp150 hingga Rp200 miliar akan terbit sebelum akhir tahun ini," ujar Rudy di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Tapi dia menyebutkan, penerbitan MTN merupakan salah satu pilihan perseroan dalam menambal belanja modal disamping pinjaman perbankan. Pasalnya pinjaman perbankan perseroan hanya tersisa USD35 juta sehingga menarik perbankan untuk menggelontorkan dana segar.

"Jadi, MTN dan pinjaman masih opsi bagi perseroan," ucap dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, anggaran belanja modal itu akan digunakan untuk membeli enam hingga delapan set kapal tunda dan angkut bekas pakai senilai Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.

"Kapal bekas lima tahun cukup menunjang operasional perseroan," ujar dia.

Ia meneruskan, penambahan armada perseroan seiring dengan kelebihan 30% kapasitas angkut armada perseroan yang ada. Saat ini perseroan memiliki 37 kapal tunda, 33 kapal tongkang dan 33 kapal crane.

"Sehingga total pengangkutan batubara tumbuh 15% dari total pengangkutan tahun 2017 yang sebesar 11 juta ton batubara," jelas dia. 

Dengan demikian, lanjut dia, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% hingga 25% dari tahun 2017 dan EBITDA senilai USD22 juta hingga USD25 juta.

Pada kesempatan yang sama, Rudy juga menyampaikan hasil RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) yakni membagikan dividen sebesar 48% dari total laba yang diperoleh pada tahun 2017.

Menurut dia, rencana pembagian dividen ini sudah disetujui oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/05/2018). Adapun nilai dividen yang akan dibayarkan perusahaan ke pemegang saham kali ini sekitar Rp31,59 miliar. 

"Kalau per sahamnya itu Rp12 per saham," imbuhnya. 

Selain untuk dividen, sebagian dari laba bersih tahun lalu disisihkan untuk dana cadangan atau sekitar US$ 9500. Adapun sisanya sebesar US$ 2.46 juta dibukukan sebagai laba ditahan. 

"Hal itu guna mendukung bisnis atau ekspansi perusahaan di masa mendatang," pungkasnya.