Wall Street Mixed, Bursa Eropa Menguat
Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (23/1/2018) setelah penguatan saham Netflix mengangkat indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, sedangkan pelemahan saham Johnson & Johnson dan Procter & Gamble menekan indeks Dow Jones Industrial Average.
Seperti dilansir Reuters, indeks S&P 500 naik 6,17 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 2.839,14 dan indeks Nasdaq meningkat 52,26 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 7.460,29 setelah saham Netflix melambung 9,98 persen dipicu tingginya pertambahan jumlah pelanggan tahun lalu.
Sedangkan indeks Dow Jones bergerak turun 3,79 poin menjadi 26.210,81 setelah saham Johnson & Johnson anjlok 4,26 persen karena perusahaan farmasi tersebut menghadapi beban pembayaran US$13,6 miliar dari aturan pajak baru AS dan kehilangan hak paten krusial obat rheumatoid arthritis Remicade berdasarkan keputusan pengadilan.
Saham P&G anjlok 3,09 persen akibat penurunan margin kotor perusahaan consumer goods tersebut, turut memberi tekanan terhadap indeks Dow Jones.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat dipicu pelemahan dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2018 meningkat US$4,8, atau sekitar 0,36 persen, menjadi US$1.336,70 per ons. Indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 90,206.
Sementara itu, bursa saham Eropa menguat dengan indeks STOXX 600 Eropa meningkat 0,3 persen mencapai level tertinggi sejak Agustus 2015. Penguatan yang terjadi disebabkan meningkatnya indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, sebesar 95,91 poin, atau sekitar 0,71 persen, mencapai angka rekor penutupan 13.559,60.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 16,39 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 7.731,83. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 25,50 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 10.609,50. Sedangkan indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 6,73 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 5.535,26.
Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,403 per pound. Sedangkan terhadap euro melemah 0,2 persen menjadi 1,137 euro per pound.

