Bursa Asia Alami Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia mengalami pelemahan pada Rabu (24/1/2018) dipicu kondisi mixed yang dialami pasar modal Amerika Serikat. Seperti dilaporkan Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,12 persen setelah sempat mencapai angka rekor pada sesi sebelumnya.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, merosot 183,37 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 23.940,78. Pelemahan saham perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor dan perbankan menutupi penguatan saham sektor properti.

Saham Murata Manufacturing melorot 1,5 persen, saham Fanuc Corp anjlok 2,1 persen, saham Mitsubishi UFJ Financial Group turun 1,4 persen, dan saham Sumitomo Mitsui Financial Group terpangkas 1,5 persen. Sedangkan saham Mitsui Fudosan dan Mitsubishi Estate masing-masing melonjak 2,2 persen dan 1,5 persen.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, bergerak naik 1,40 poin menjadi 2.538. Saham Samsung Electronics Co menguat 0,37 persen dan saham SK Hynix melambung 1,54 persen.

Saham POSCO menanjak 1,84 persen setelah merilis laporan yang menyebutkan laba tahunan 2017 perusahaan baja tersebut mencapai 2,974 triliun won, meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Saham maskapai penerbangan Korean Air Lines Co melonjak 3,98 persen.

Sektor otomotif melemah dengan saham Hyundai Motor Co turun 2,80 persen dan saham AmorePacific Corp merosot 2,40 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 12,96 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 3.559,47. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong mengalami kenaikan 27,99 poin menjadi 32.958,69.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 17,70 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 6.054,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Thailand meningkat, sedangkan di Filipina, Indonesia, dan Malaysia mengalami penurunan. Bursa Vietnam tutup untuk hari kedua beruntun akibat masalah teknis.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS melemah 0,84 persen terhadap yen Jepang menjadi 109,88 yen per dolar AS. Untuk pertama kalinya nilai tukar dolar AS terhadap yen turun di bawah 110 yen per dolar AS dalam lima bulan terakhir. Sedangkan terhadap won Korsel, nilai tukar dolar AS tetap di kisaran 1.070,20 won per dolar AS.