Permasalahan Penutupan Pemerintahan AS Terselesaikan, Bursa Asia Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia menguat pada Selasa (23/1/2018) setelah permasalahan penutupan pemerintahan Amerika Serikat dapat terselesaikan dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan kembali beroperasi Februari mendatang.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,75 persen mencapai angka rekor.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melambung 307,82 poin, atau sekitar 1,29 persen, menjadi 24.124,15. Angka indeks sempat mencapai  24.129,34 yang merupakan angka indeks tertinggi sejak November 1991.

Saham Torii Pharmaceutical naik 4,6 persen setelah meningkatkan perkiraan perolehan laba bersih. Penguatan saham Torii membawa sektor farmasi menanjak 1,2 persen.

Saham DIC Corp meningkat 2,9 persen dipicu naiknya laba operasional perusahaan sebesar 5 persen pada 2017. Sektor properti naik 2,1 persen, sedangkan sektor mesin presisi meningkat 1,9 persen.

Bank of Japan hari ini memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneter dan mengungkap ekspektasi inflasi yang lebih lunak dari tiga bulan lalu, mengisyaratkan keyakinan bahwa pemulihan ekonomi akan secara bertahap mendongkra pertumbuhan harga mencapai target 2 persen.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 34,49 poin, atau sekitar 1,38 persen, menjadi 2.536,60 dipicu pembelian saham yang dilakukan investor institusi dan asing. Saham Samsung Electronics Co mengalami peningkatan 1,91 persen dan saham SK Hynix naik 0,28 persen.

Saham POSCO dan Korea Electric Power Corp masing-masing menguat 0,66 persen dan 1,15 persen. Sedangkan saham Hyundai Motor Co dan Hyundai Mobis Co masing-masing turun 0,92 persen dan 0,56 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 45,14 poin, atau sekitar 1,29 persen, menjadi 3.546,50. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menanjak 537,29 poin, atau sekitar 1,66 persen, menjadi 32.930,70.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 45,10 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 6.037. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Indonesia mengalami peningkatan, sedangkan di Filipina dan Malaysia turun. Bursa Vietnam ditutup karena terjadi kesalahan teknis.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS mengalami penurunan 0,1 persen terhadap yen Jepang menjadi 110,815 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel mengalami penguatan tipis menjadi 1.070,20 won per dolar AS.