ANALIS MARKET : BI Rate Diprediksi Turun, Rupiah Berpotensi Menuju Kisaran Rp.13.340 - Rp.13.360 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Samuel Aset Manajemen menyebutkan, ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia terkoreksi pada hari ini, terindikasi dari indeks futures-nya yang 'merah' walaupun harga minyak mentah mentah dibuka naik pagi ini. Untuk jenis WTI kembali menembus US$50 pbrl.

Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, tetapi rupiah kemungkinan melemah menuju kisaran Rp.13.340 sampai dengan Rp.13.360 per USD merespon ekspektasi turunnya suku bunga acuan BI hari ini.

“Rupiah berpotensi menuju kisaran Rp.13.340 - Rp.13.360 per USD," ujar Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam laporan risetnya, yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan beberapa sentimen yang layak dicermati pelaku pasar hari ini, antara lain; hari ini BI akan putuskan kebijakan suku bunga acuannya 7DRR yang berpotensi turun 25 bps menjadi 4,25%, melanjutkan penurunan pada bulan Agustus lalu.

Kebijakan ini untuk memberi konfirmasi stimulus kebijakan BI untuk mendorong perekonomian.

Beberapa faktor yang mendukung penurunan ini diantaranya adanya deflasi pada Agustus lalu, dan keputusan the Fed mempertahankan suku bunga FFR nya.

“Ada ruang turun 7DRR hingga akhir tahun ini sebagai upaya mempercepat transmisi kredit perbankan untuk mendorong ekonomi di tahun 2018," jelas Lana.

Sementara itu, dari faktor eksternal, The Fed putuskan suku bunga acuan FFR tetap 1,25% - 1,5% dan sinyalkan mulai mengurangi neracanya sebesar US$4,5 miliar pada Oktober 2017 ini.

Pasar merespon percepatan ini dengan sentimen negatif. Indeks Dow turun, imbal hasil turun, dan USDolar menguat. The Fed meyakini ekonomi AS berlanjut menguat.