Saham|Bursa Efek Indonesia|rupiah|serapan anggaran|nilai tukar rupiah|Realisasi belanja modal|Lana Soelistianingsih|Samuel Aset Manajemen|defist APBN-P 2017
Oleh: Ivan

foto: istimewa
Pasardana.id Riset harian Samuel Aset Manajemen menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia hari ini ditutup bervariasi dengan kecenderungan naik, kendati indeks futures-nya bervariasi terbawa sentimen positif harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik.
Sentimen ini juga bisa membantu penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.480 - Rp.13.500 per USD, ujar Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Rabu (18/10/2017).
Lebih lanjut, riset juga menyebutkan beberapa sentimen yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Realisasi defisit APBN-P 2017 per September tercatat sebesar Rp.277,03 triliun atau 2,03% dari PDB.
Defisit ini melebar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Namun belanja modal masih sebesar Rp.90 triliun atau 43% dari pagi sebesar Rp.206,2 triliun.
Menjelang akhir tahun fiskal percepatan serapan anggaran akan menjadi fokus pemerintah, tetapi potensi short-fall penerimaan pajak tetapi menjadi risiko fiskal.
Ada potensi short-fall akan lebih besar dari perkiraan pemerintah sebesar Rp.50 triliun, jelas Lana.
Sementara itu, dari factor eksternal, beberapa data ekonomi AS mencatatkan penguatan, diantaranya industrial production index naik 0,3% mom pada September, dari turun 0,7% pada Agustus.
Indeks keyakinan pengembang perumahan meningkat, tertinggi sejak Mei 2017, dan harga ekspor dan impor juga naik tertinggi sejak Juni 2016.
Kenaikan ini menjadi indikasi naiknya inflasi AS, tandas Lana.