ANALIS : Harga SUN di Pasar Sekunder Kembali Bergerak Terbatas
Pasardana.id - Pada perdagangan hari ini diperkirakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder akan kembali bergerak terbatas dengan arah pergerakan yang akan dipengaruhi oleh data Neraca Pembayaran kuartal II 2016 yang akan disampaikan oleh Bank Indonesia pada hari ini.
"Membaiknya neraca pembayaran yang diikuti dengan turunnya defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini," kata analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id, di Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Sementara itu, lanjut I Made, dari perdagangan Surat Utang Global, imbal hasilnya cenderung mengalami kenaikan setelah sempat mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya.
Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup naik pada level 1,561% dari posisi penutupan sebelumnya yang di level 1,508%.
Adapun imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dengan tenor yang sama juga ditutup naik pada level -0,086% dari posisi penutupan sebelumnya di -0,110%.
"Secara teknikal, harga Surat Utang Negara masih berada pada area konsolidasi, sehingga dalam jangka pendek kami perkirakan harga Surat Utang Negara masih bergerak dalam rentang perubahan harga yang terbatas," tuturnya.
"Dengan demikian kami menyarankan kepada investor untuk tetap mecermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara. Seiring dengan optimisme kami bahwa masih terbuka peluang penurunan imbal hasil hingga akhir tahun, maka kami masih merekomandasikan beli untuk Surat Utang Negara dengan pilihan pada tenor panjang seperti FR0052, FR0054, FR0065, FR0068, FR0045, FR0057, FR0062 dan FR0067," jelasnya lagi.
Sekadar informasi, rencana Lelang Surat Utang Negara seri SPN12170511 (Reopening), FR0053 (Reopening), FR0073 (Reopening) dan FR0072 (Reopening) pada hari Selasa, tanggal 16 Agustus 2016.
Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2016. Target penerbitan senilai Rp12.000.000.000.000,00 (dua belas triliun rupiah) dengan jumlah penerbitan maksimal senilai Rp18.000.000.000.000,00 (delapan belas triliun rupiah).
Adapun PT Pemeringkat Efek Indonesia telah menetapkan peringkat "idBBB" terhadap Medium Term Notes II Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Len Industri (Persero).

