Instrumen Investasi Dana Repatriasi Mesti Jelas

foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah harus bisa menjelaskan instrumen investasi dan proyek apa yang bisa dimasuki dana repatriasi. Begitupula imbal hasil yang bisa diterimanya.

"Pemerintah juga harus menghilangkan faktor-faktor yang menggerus kepercayaan investor untuk membenamkan dananya di Indonesia," kata Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta di Jakarta, belum lama ini.

Dengan begitu, jelas dia, tidak ada alasan investasi bisa dilakukan dana repatriasi di Indonesia. Dana ini bisa dipakai pemerintah untuk menggerakan sektor riil.

"Jika investasi di sektor riil tumbuh, maka akan terjadi pula penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak Rp3,147 triliun dana warga negara Indonesia di negara-negara yang menerapkan pajak rendah disebutkan Global Financial Integrity pada 2015.

Dari angka itu, diperkirakan hanya separuh bisa masuk Indonesia akibat tersangkut masalah hukum seperti tindak pidana narkoba, human trafficking, terorisme, dan tindak korupsi.

"Dana repatriasi yang masuk hanya sekitar Rp 560 triliun dengan potensi penerimaan negara sebesar Rp 60 triliun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3%," tandasnya.