Dampak Kebakaran Kanada Terus Pengaruhi Harga Minyak

foto: istimewa

Pasardana.id - Dampak kebakaran hebat di Kanada terus mempengaruhi harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange Jumat (6/5/2016) waktu setempat yang berakhir Sabtu (7/5/2016) pagi WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni ditutup naik 34 sen, menjadi 44,66 dolar AS per barel, dari perdagangan hari sebelumnya. Kenaikan harga di WTI mencapai hampir tiga persen selama sepekan terakhir.

Sedangkan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli mencapai 45,37 dolar AS per barel, naik 36 sen dari penutupan hari sebelumnya.

Kebakaran yang meluas Fort McMurray, Alberta, Kanada, belum secara langsung menimbulkan kerusakan di lokasi pertambangan minyak. Namun proses evakuasi terhadap lebih dari 100.000 orang di kawasan tersebut memaksa perusahaan-perusahaan tambang minya menghentikan produksi mereka.

"Saat ini diperkirakan bahwa hingga satu juta barel per hari produksi Kanada telah terhenti," kata Matt Smith dari ClipperData, dikutip AFP.

Akibat kebakaran yang terjadi, beberapa perusahaan produsen minyak termasuk Suncor Energy, Shell, dan Husky menutup pabrik atau mengurangi produksi mereka.

Kanada memproduksi minyak mentah sekitar empat juta barel per hari. Kira-kira 80 persen dari jumlah tersebut diproduksi di Alberta. Sebagian besar dari jumlah itu disalurkan ke pasar AS.

Selain kebakaran di Kanada, serangan militan pada fasilitas lepas pantai Chevron di Nigeria, produsen minyak terbesar Afrika, juga menjadi faktor kenaikan harga minyak mentah. Ada juga faktor turunnya jumlah tambang minyak yang dioperasikan perusahaan AS.

Menurut Baker Hughes, perusahaan penambang minyak terbesar ketiga dunia asal AS, jumlah fasilitas pengeboran minyak AS yang operasional jumlahnya turun empat buah pada pekan lalu, menjadi 328 lokasi.