Pemodal Profit Taking Saham Unggulan, IHSG Sesi I Turun 2,711 Poin
PASARDANA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pertama, Jumat (22/4) ditutup di posisi 4.900,379 poin, turun 2,711 poin (0,055%) dari 4.903,09 poin, Kamis (21/4). Penurunan IHSH sesi I ini dipicu oleh aksi profit taking pemodal terhadap sejumlah saham unggulan berkapitalisasi di atas Rp200 triliun. Harga saham 138 dari 351 emiten yang sahamnya ditransaksikan pada sesi pertama ini mengalami penurunan.
Emiten yang harga sahamnya turun pada sesi pertama Jumat ini antara lain Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Astra Internastional Tbk (ASII), dan saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pelaku pasar menjual kelompok saham unggulan tersebut untuk merealisasikan keuntungan temporer di BEI.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Cakra Mineral Tbk (CKRA) mengalami kerugian harga terbesar dengan penurunan 10% menjadi Rp81 dari harga penutupan Kamis (21/4) sebesar Rp90 per unit. Sedangkan saham Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) meraih kenaikan harga tertinggi, yaitu 24,14% jadi Rp180 per unit.
Jumlah volume saham yang berhasil diperjualbelikan investor pada sesi pertama Jumat ini mencapai 2,730 miliar uni senilai Rp2,379 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 131.682 kali transaksi. Hingga penutupan transaksi sesi I Jumat, investor asing mencatatkan pembelian bersih di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp131,279 miliar. (*)

