Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mixed mengakhiri perdagangan saham pekan ini. Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York pada Jumat (11/11/2016) meningkat 39,78 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 18.847,66 yang merupakan level rekor baru. Indeks S&P 500 turun 3,03 persen, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 2.164,45, sedangkan indeks komposit Nasdaq menguat 28,32 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 5.237,11.

Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks utama perdagangan saham di Wall Street tersebut mengalami kenaikan. Dow menanjak 5,4 persen, S&P 500 meningkat 3,8 persen, dan Nasdaq juga naik 3,8 persen.

Para investor di lantai bursa New York terpengaruh pernyataan terbaru wakil pimpinan Federal Reserve Stanley Fischer, yang menyatakan tingkat suku bunga The Fed akan meningkat secara bertahap. Bank sentral AS tersebut, menurut Fischer, semakin dekat menggenapi mandat gandanya.

Awal bulan ini suku bunga The Fed tidak berubah di tengah ketidakpastian akan reaksi pasar terhadap hasil pemilihan Presiden AS. Namun The Fed telah mensinyalkan kemungkinan peningkatan suku bunga pada Desember.

Dalam berita korporasi, saham JC Penney Company Inc melonjak 3,97 persen menjadi US$9,16 per lembar saham setelah perusahaan ritel pakaian tersebut merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2016 yang mixed.