Tahun 2015, Eka Sari Lorena Realisasikan Dana Penawaran Umum Saham 87%
Manajemen PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum saham atau IPO (initial public offering) sebesar 87%. Penggunaan dana itu sejak LRNA melantai di Bursa Efek Indonesia pada 24 Maret 2014.
Dwi Rianti Soerbakti, Direktur Keuangan LRNA dalam keterangan tertulis ke BEI, Jumat (15/1) mengemukakan, reliasasi penggunaan dana IPO hingga Desember 2015 mencapai Rp111,42 miliar atau 87% dari hasil penerimaan dana IPO sebesar Rp127,42 miliar.
Menurut Ranti, dana tersebut digunakan untuk investasi baru bus AKAP dan rekondisi bus lama sebesar Rp103,07 miliar. Selain investasi armada, perseroan juga menggunakan belanja modal untuk fasilitas depo dan workshop Transjakarta di Jakarta Timur sebesar Rp4,52 miliar. Dana IPO juga digunakan untuk belanja modal sebanyak Rp3,8 miliar.
Per September 2015, Eka Sari Lorena membukukan pendapatan usaha sebesar Rp124,24 miliar atau tumbuh 19,8%. Pendapatan tersebut didominasi oleh pendapatan dari bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mencapai Rp107,38 miliar atau 86%. Adapun laba perseroan turun 77% menjadi Rp484 juta, dari Rp2,17 miliar per September 2014. Harga saham LRNA pada perdagangan sesi pertama di BEI, Jumat (15/1) terpantau di level Rp119 per unit, naik 12 dibandingkan harga penutupan, Kamis (14/1) Rp107 per unit. (*)

