Argha Karya Prima Targetkan Penjualan Rp1,8 Triliun pada 2015

Manajemen PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) menargetkan penjualan Rp1,8 triliun pada 2015, lebih rendah 5,3% dari Rp1,9 triliun pada 2014. Penjualan AKPI pada 2015 terutama berasal dari ekspor sebesar Rp1,2 triliun dan impor sebesar Rp600 miliar.

Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/12), manajemen AKPI mengemukakan, sepanjang 2015 pihaknya telah mengekspor produk-produknya ke Afrika, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan Australia.

Pada 2016 mendatang, menurut manajemen AKPI, emiten produsen penghasil bahan baku plastik fleksibel bia-xially oriented polypropylene (BOPP) tersebut juga akan mengekspor produknya ke Eropa Timur, Selandia Baru, dan Amerika Selatan.

Per September 2015, penjualan bersih AKPI mencapai Rp1,48 triliun, naik 2% dari Rp1,45 triliun per September 2014. Namun kenaikan penjualan tak sebanding dengan peningkatan beban pokok penjualan sebesar 3,10% menjadi Rp1,33 triliun. Hal ini menyebabkan laba kotor AKPI turun sebesar 1,19% menjadi Rp156,40 miliar.

Pada saat yang sama, beban lain-lain AKPI meningkat melonjak 16.224%, dari Rp121 juta menjadi Rp19,753 miliar. Ini mengakibatkan laba usaha emiten beraset Rp3,18 triliun per September 2015 itu turun sekitar 22% menjadi Rp57,27 miliar. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 67,11% menjadi Rp9,42 miliar (Rp15 per saham), dari Rp28,64 miliar (Rp47 per saham) per September 2014. (*)